Ketua DPRD Kabupaten Belitung Minta Isu Makanan Haram Jangan Dikembangkan Lagi

Kami harap, seluruh masyarakat kabupaten Belitung untuk menjaga itu, agar isu terkait sertifikat halal ini tidak berkembang terus

Ketua DPRD Kabupaten Belitung Minta Isu Makanan Haram Jangan Dikembangkan Lagi
Pos Belitung/Disa Aryandi
Taufik Rizani. 

Laporan wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Ketua DPRD Kabupaten Belitung Taufik Rizani meminta kepada masyarakat, agar tidak lagi mengembangkan isu makanan haram di Negeri Laskar Pelangi.

Sebab sejak tiga hari belakang, isu adanya campuran bahan makanan tidak halal sudah membuat resah seluruh kalangan.

Ini sangat berdampak buruk dan membuat Kabupaten Belitung menjadi tidak kondusif.

Sebab Belitung merupakan daerah pariwisata, yang tetap harus jaga oleh seluruh masyarkat.

"Kami harap, seluruh masyarakat kabupaten Belitung untuk menjaga itu, agar isu terkait sertifikat halal ini tidak berkembang terus menerus dikalangan masyarakat. Pariwisata kita harus di jaga, karena saat ini akibat dari Gempa Lombok, pihak kementerian sedang mengalihkan kunjungan turin ke Belitung, jadi ada hikmahnya ini," kata Taufik, Selasa (21/8/2018) saat memimpin rapat paripurna di DPRD Belitung.

Taufik mengatakan, berkaitan dengan isu yang berkembang tersebut, mereka sudah melakukan rapat dengan MUI, FKUB, Direktur LPPOM MUI Bangka Belitung tadi pagi.

"Yang bersangkutan (pemilik Mie Atep Belitung dan Rumah Makan Ratu Rasa) sudah mengajukan sertifikat halal. Ini merupakan program Provinsi, jangan sampai nanti dari kita yang menyebutkan haram, jangan, karena akan berdampak tidak baik," ujarnya.

Memvonis halal atau haram nya suatu makanan tersebut, kata Taufik, ada bidang yang lebuh berwenang memberikan pernyataan.

"Jangan dikembangkan terus, karena mengakibatkan kerugian besar terhadap kabupaten Belitung. Jadi ini sudah clear tinggal menunggu sertifikasi halal dari LPPOM Provinsi, Insya Allah," pungkasnya. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help