Usai Tangkap Begal yang Masih Bocah, Polres Jember Ganti Kembali Tangkap Begal Sadis

Sehari setelah menangkap pelaku begal yang masih bocah, Selasa (21/8/2018) Polres Jember kembali berhasil menciduk seorang begal.

Usai Tangkap Begal yang Masih Bocah, Polres Jember Ganti Kembali Tangkap Begal Sadis
SURYA/ERWIN WICAKSONO
Pelaku begal Lutfi Mashudi saat diamankan di Polres Jember, Selasa (21/8/2018). 

BANGKAPOS.COM – Sehari setelah menangkap pelaku begal yang masih bocah, Selasa (21/8/2018) Polres Jember kembali berhasil menciduk seorang begal.

Pelaku begal diringkus Unit Resmob Kota II Sat Reskrim Polres Jember setelah petugas melakukan penelusuran barang bukti ponsel yang didapatkan dari sebuah konter.

Awalnya, Hariyanto (38) warga Dusun Sumber Jeding, Desa Seputih, Kecamatan Mayang, Jember kedapatan menyimpan, memiliki dan menggunakan dua buah ponsel merek Oppo.

Setelah ditelusuri, dua ponsel itu ternyata didapatkan dari Frendika (48) warga Dusun Angsanah, Desa/Kecamatan Mumbulsari, yang sebelumnya menjual lewat media sosial facebook.

Baca: Sunnah Diajarkan Nabi Muhammad SAW, Ini Tatacara dan Niat Mandi Hari Raya Idul Adha 1439 H

Petugas selanjutnya melakukan penyelidikan, dan didapatkan informasi jika Lutfi Mashudi warga Dusun Tegal Waru, Desa Klayu, Kecamatan Mayang merupakan pelaku begal dan langsung diamankan petugas.

Dalam melancarkan aksinya, Lutfi melakukannya bersama temannya berinisial J yang kini DPO karena berhasil kabur, dan bertindak sebagai joki.

"Pelaku LM melakukan aksinya tidak sendirian, tetapi bersama dengan satu orang rekannya yang kini menjadi DPO karena berhasil kabur. Karena saat penangkapan langsung dilakukan di jalan saat itu,” kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Erik Pradana.

Menurut Erik, untuk Haryanto dan Frendika ditetapkan sebagai tersangka, karena menjadi penadah barang curian.

Baca: Inilah Niat dan Tatacara Salat Idul Adha 1439 H Lengkap dalam Bahasa Arab dan Indonesia

Baca: Inilah 48 Kata Mutiara dan Ucapan Selamat Idul Adha 2018, Kamu Pilih yang Mana?

“Pelaku ini dalam melakukan aksinya, dilakukan di pinggiran kota, dengan mengendarai motor, dan memepet korbannya. Bahkan jika melawan, juga tidak segan-segan untuk membacok korban dengan celurit,” terangnya.

“Dari pengembangan kasus yang dilakukan, ada 7 TKP, dan dari tangan tersangka banyak mendapatkan Handphone,” imbuhnya.

Tersangka akan dijerat pasal 365 KUHP tentang Pencurian Dengan Kekerasan, dengan ancaman pidananya 9 tahun. (Surya/Ew)

Editor: zulkodri
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved