1.005 Kali Gempa Susulan Guncang Lombok, Korban Meninggal Sudah Mencapai 515 Orang

Sutopo memprediksi bahwa gempa susulan masih akan terus terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

1.005 Kali Gempa Susulan Guncang Lombok, Korban Meninggal Sudah Mencapai 515 Orang
Istimewa
Seorang perempuan melintas dekat kios yang temboknya roboh pascagempa bumi di Dusun Lendang Bajur, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (6/8/2018). Gempa bumi bermagnitudo 7 mengguncang Lombok, Minggu (5/8/2018) malam. 

BANGKAPOS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) mencatat terdapat 1.005 gempa susulan yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan jumlah tersebut terbagi ke dalam dua periode.

Sejak gempa bermagnitudo 6,4 yang terjadi pada 29 Juli 2018 hingga yang bermagnitudo 6,9 pada 19 Agustus 2018, terdapat 825 kali gempa.

"(Gempa bermagnitudo 6,9) kemudian diikuti dengan gempa susulan sampai dengan hari ini tadi sampai pukul 10.00 WIB, 180 gempa susulan," tutur Sutopo di Graha BNPB, Selasa (21/8/2018).

"Ini adalah gempa-gempa kembar, doublet out good namanya," lanjut dia.

Baca: Ridwan Kamil Bersepeda Menuju Tempatnya Bekerja Tiba-tiba Tertabrak Motor yang Kabur saat Razia

Gempa-gempa susulan tersebut diakuinya memperlambat proses penanganan dan menyebabkan masyarakat semakin trauma.

"Penanganan yang harusnya sudah bisa dipercepat dengan perbaikan rumah terpaksa harus mundur. Kemudian, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi juga bertambah," jelasnya.

Selanjutnya, Sutopo memprediksi bahwa gempa susulan tersebut masih akan terus terjadi.

Per Selasa (21/8/2018), rentetan gempa yang mengguncang Lombok sejak 29 Juli 2018 telah mengakibatkan 515 korban meninggal dunia dan 7.145 orang luka-luka.

Saat ini proses penanganan masih dilakukan oleh tim gabungan, baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. (Devina Halim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hingga Hari Ini, Tercatat 1.005 Gempa Susulan Terjadi di Lombok"


 
 
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help