Idul Adha Keluarga Besar TNI & Masyarakat Gelar Sholat Id Bersama

Sejarah ketaatan Nabi Ibrahim beserta keluarganya menurutnya patut diambil hikmah dan pelajaran oleh umat muslim

Idul Adha Keluarga Besar TNI & Masyarakat Gelar Sholat Id Bersama
Istimewa
Momen memperingati hari raya Idul Adha pihak Makorem 045 Garuda Jaya melakukan pemotongan hewan kurban. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM - Pada hari raya umat islam kerap pelaksanaan ibadah sholat dilakukan secara bersama, begitu pula momen kali ini Danrem 045/Garuda Jaya Kolonel Inf Dadang Arif Abdurahman beserta para prajurit, PNS dan keluarga Besar TNI, Rabu 22/08 melaksanakan Sholat Idul Adha 1439 H di Masjid Al-Hidayah Makorem, Rabu (22/8/2018).

Masyarakat sekitar Makorem pun turut bersama-sama melakukan sholat Id. Kali ini pun kegiatan sholat Id bersama bertemakan "Dengan hikmah Idul Adha Tahun 1439 H /2018 M kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan guna membentuk prajurit profesional, rela berkorban dan manunggal dengan rakyat.

Ustadz Burhan dalam ceramahnya menyampaikan pada bulan Zulhijah didalamnya menurut ia justru ada beberapa kejadian besar dalam sejarah umat Islam.

Diantaranya adalan Nabi Adam As bertahun tahun bertobat kepada Allah Swt, akan tetapi tobatnya diterima pada bulan Zulhijah bertepatan dengan tanggal satu.

Yang kedua Nabi Yunus AS tatkala ditelan ikan selanjutnya saat keluar dari perut ikan bertepatan pada tanggal dua bulan Zulhijah.

Tampak Danrem 045 Garuda Jaya Kolonel Inf Dadang Arief Abdurahman pose saat penyerahan hewan kurban
Tampak Danrem 045 Garuda Jaya Kolonel Inf Dadang Arief Abdurahman pose saat penyerahan hewan kurban ()

Ustadz dari Ponpes Riyadul Muhibin ini melanjutkan kejadian besar selanjutnya Nabi Zakaria di Zabahi oleh Allah Swt Pada tanggal tiga bulan Zulhijah, kemudian Nabi Isa AS tanggal 4 Zulhijah dilahirkan dan Nabi Musa tanggal 5 Zulhijah.

"Oleh karena itu bulan Zulhijah adalah bulan penuh keberkahan dan diistimewakan oleh Allah SWT. Dimana pada bulan ini ada kejadian yang besar yang tidak mungkin dilupakan oleh umat Islam yaitu ketaatan dan ketaqwaan Nabi Ibrahim As," kata ustad itu.

Sejarah ketaatan Nabi Ibrahim beserta keluarganya menurutnya patut diambil hikmah dan pelajaran oleh umat muslim lewat sejarah tersebut yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia melanjutkan didalam kehidupan sehari-hari terkadang kita lalai terhadap Allah SWT manakala kita dianugerahkan harta benda, manakala dianugerahkan keluarga, anak, pangkat dan jabatan yang seharusnya menjadikan diri kita lebih dekat pada Allah SWT.

Selanjutnya sholat Idul Adha dilanjutkan ramah tamah, pemotongan hewan kurban dan pembagian daging kurban diberikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

Penulis: ryan augusta
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help