37 Warga Babel Jadi Korban Rubella atau Campak Jerman, Iminisasi MR Dilanjutkan

37 Warga Babel Jadi Korban Rubella atau Campak Jerman, Iminisasi MR Dilanjutkan

37 Warga Babel Jadi Korban Rubella atau Campak Jerman, Iminisasi MR Dilanjutkan
Bangkapos/Agus Nuryadhyn
Wagub Babel DR H Abdul Fattah menandatangai berita acara kampanye pencanangan Penyuntikan Imunisasi Measles dan Rubella 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sedikitnya 37 warga Babel positif terserang Rubella atau campak jerman. Selain itu, 12 orang lainnya terinfeksi penyakit yang disebabkan virus Rubella tersebut. Data ini dihimpun Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2017.

"Rubella sangat cepat penularannya, sepanjang 2017 yang positif rubella ada 37 orang. Yang terinfeksi virus ada 12 orang. Bahayanya adalah rubella ini tidak memiliki gejala bahkan tanpa gejala. Kalau gejala umumnya bisa berupa demam ringan, pusing, pilek, mata merah dan nyeri persendian mirip gejala flu," kata kepala Dinas Kesehatan Babel, Mulyono Susanto, Selasa (21/8/2018).

Rubella merupakan penyakit infeksi menular melalui saluran pernapasan saat batuk dan bersin.

Kasus terbanyak terjadi di Bangka Tengah.

Penyakit ini sangat menular pada anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi, atau yang belum pernah mengalami penyakit rubella beresiko tinggi menjadi tertular.

Hingga saat ini belum ada pengobatan untuk penyakit campak dan Rubella, namun bisa dicegah melalui imunisasi dengan vaksin Measless Rubella.

Lebih lanjut, Mulyono menjelaskan apabila tidak dilakukan pencegahan sejak kecil. Anak yang terkena rubella bisa menularkan kepada ibu hamil khususnya trismester pertama bisa menyebabkan kecacatan pada anak di dalam kandungan seperti kelainan jantung, kelainan mata, tuli, keterlambatan perkembangan, dan kerusakan jaringan otak.

"Satu anak yang terkena Rubella, bisa satu sekolahan kena rubella, karena penularannya cepat. Apalagi kalau menular pada ibu hamil. Dengan vaksin ini kita mencegah dan melindungi anak-anak agar tidak terkena rubella dan campak," katanya.

Ia mengatakan Rubella memang tidak lebih berbahaya daripada campak yang dapat menyebabkan kematian. Namun Rubella memberikan dampak yang luar biasa untuk jangka panjang apabila tidak dilakukan pencegahan.

"Anak rentan dan mudah terinfeksi, apalagi rubella tanpa gejala. Supaya anak tidak tertular maka perlu divaksin untuk kekebalan tubuh dan mencegah virus ini menular,"jelasnya.

Halaman
1234
Penulis: krisyanidayati
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved