Ikan Krisi Penyumbang Inflasi Tertinggi, Ini Data Inflasi Kota Pangkalpinang di Bulan Juli 


Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok

Ikan Krisi Penyumbang Inflasi Tertinggi,  Ini Data Inflasi Kota Pangkalpinang di Bulan Juli 

Bangkapos/Yudha Palistian
?Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Babel, Darwis Sitorus. 

Laporan Wartawan Bangka Pos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Berdasarkan data hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung di berbagai pasar tradisional maupun modern pada juli 2018 di kota pangkalpinang,  beberapa komoditas mengalami kenaikan termasuk ikan kerisi, selar, hapau, dencis, bayam dan sawi hijau.

Kepala BPS Provinsi Babel,  Darwis Sitorus, mengatakan kota pangkalpinang terjadi sebesar 0,34 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 140,44 pada juni menjadi 140,92 pada juli 2018.

"Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran seperti,  bahan makanan, makanan jadi, minuman, perumahan,  sandang dan lainnya," ujar Darwis kepada Bangkapos,  Kamis,  (23/8/2018).

Menurut data BPS,  Kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi pada juli 2018 yakni :

(*)Bahan Makanan mengalami kenaikan sebesar 0,73 persen.
(*) Makanan Jadi,  Minuman,  Rokok dan tembakau sebesar 0,03 persen.
(*)Perumahan,  air, listrik dan bahan bakar sebesar 0,01 persen.
(*) Kesehatan sebesar 0,01 persen.
(*) Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,02
(*) Transportasi, Komunikasi,  Jasa keuangan sebesar 0,45 persen.

Darwis pun menjelaskan bahwa komoditas utama yang mengalami infalsi kota pangkalpinang,  yaitu :

(*) Komoditas Ikan Kerisi memberikan andil inflasi sebesar 0,1652
(*) Komoditas Ikan Selar memberikan andil inflasi sebesar 0,1570
(*) Komoditas Bayam memberikan andil inflasi sebesar 0,1260
(*) Komoditas Sawi Hijau memberikan andil sebesar 0,0445
(*) Komoditas Bawang Merah memberikan andil sebesar 0,041

Inflasi sendiri adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi.

Istilah infalsi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.(*)





Penulis: Yudha Palistian
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help