Tak Ada Defisit, Wagub Klaim APBD Babel 2018 Sehat

Untuk pendapatan yang semula di anggaran induk Rp 2.490.588.273.613,87 berubah menjadi Rp 2.487.065.640.565,87

Tak Ada Defisit, Wagub Klaim APBD Babel 2018 Sehat
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abd Fatah menandatangani Memorandum of Understanding (Mou) Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (RKUA PPAS) Perubahan Tahun Anggaran 2018 di Ruang Banggar DPRD Babel, Jum'at (24/8/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abd Fatah menandatangani Memorandum of Understanding (Mou) Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (RKUA PPAS) Perubahan Tahun Anggaran 2018 di Ruang Banggar DPRD Babel, Jum'at (24/8/2018).

Fatah mengatakan dalam RKUA PPAS Perubahan Tahun 2018 ada perubahan pendapatan dalam pendapatan maupun belanja pemerintah daerah.

Namun, ia menyebutkan tidak ada lagi defisit dan menyimpulkan keuangan pemprov Babel dalam keadaan sehat.

Untuk pendapatan yang semula di anggaran induk Rp 2.490.588.273.613,87 berubah menjadi Rp 2.487.065.640.565,87 atau berkurang Rp 3.552.633.048,00.

Sedangkan untuk belanja juga mengalami pengurangan berdasarkan hasil efisiensi yang dilakukan. Semula dalam anggaran induk belanja mencapai Rp 2.874.913.741.279,34 berkurang menjadi Rp 2.596.704.155.897,87.

"Dalam anggaran perubahan tidak ada lagi defisit semua klop, pendapatan dan belanja memang ada selisih Rp 109 miliar, tapi ini sudah ditutupi dari silpa tahun 2017. Posisinya APBD tahun 2018 dalam keadaan sehat," kata Fatah usai MoU.

Ia menyampaikan dalam sisi belanja pihaknya melakukan rasionalisasi di beberapa bidang untuk mengurangi defisit.

Bahkan beberapa kegiatan dan program yang tidak sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah juga turut dirasionalisasikan.

"Perubahan itu kita melakukan rasionalisasi program dan kegiatan yang belum sejalan dengan RPJMD kita rasionalisasikan," ujarnya.

Menurutnya, berbagai program dan kegiatan yang dinilai tidak efektif dan efisien juga turut dirasionalkan.

"Posisi APBD kita sehat, rasionalisasi paling banyak itu efisiensi apa yang kita nilai tidak terlalu efisien dan pemborosan kita kurangi, ini juga kita uji bersama DPRD kegiatan dan program yang sudah ada sebelum perubahan kemarin dan program sudah bersinergi RPJMD," katanya.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi DPRD yang telah membahas ini bersama eksekutif. Melihat persoalan dari yang terkecil hingga ke tertinggi dalam proses perubahan anggaran.

"Saya mengapresiasi tinggi dan hormat kepada Anggota DPRD dalam melihat persoalan, mulai dari tataran persoalan payung yang tertinggi hingga terendah, sehingga APBD 2018 yang mencerminkan harmonisasi pemerintah pusat dan daerah. Kita melakukan penyisiran kegiatan dan program yang belum sesuai dan masih bisa ditunda," ujarnya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved