Diduga Mayat Tak Berkepala di Laut Tanjung Pesona Adalah ABK, Ini Ciri-cirinya

Tim Satpolair Polres Bangka dan perwakilan nelayan langsung turun ke laut. Mereka berusaha mengangkat mayat tanpa kepala di lautan.

Diduga Mayat Tak Berkepala di Laut Tanjung Pesona Adalah ABK, Ini Ciri-cirinya
Istimewa
Mayat Tanpa Kepala Mengapung di Laut Tanjung Pesona Sungailiat 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM -- Tim Satpolair Polres Bangka dan perwakilan nelayan langsung turun ke laut. Mereka berusaha mengangkat mayat tanpa kepala di lautan. Sementara nelayan lainnya, dan anggota kepolisian, berjaga-jaga di Pelabuhan Jeliti Sungailiat Bangka, menungu jasat tak dikenal itu, Sabtu (25/8/2018).

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka, Ridwan kepada bangkapos.com, Sabtu (25/8/2018) menduga, mayat tanpa kepala yang dimaksud bernama Ucok. Sebab sejak satu bulan lalu Ucok menghilang, saat melaut

"Namun demikian, kita belum dapat memastikan. Karena kita masih menunggu kedatangan mayat tak berkepala yang dimaksud di pelabuhan Jeliti Sungailiat," kata Ridwan, saat memberikan keterangan didampingi sejumlah nelayan lokal.

Ridwan menyatakan, Ucok merupakan anak buah kapal (ABK) perahu bubu. Korban hilang pada Hari Rabu (25/8/2018) malam. Sejak kabar hilangnya Ucok, keluarga korban belum menerima informasi lanjutan.

"Tapi ini baru dugaan. Mengenai mayat tanpa kepala yang sedang dievakuasi hari ini belum dipastikan, apakah Ucok atau korban lain," katanya.

Sebelumnya disebutkan  sesosok mayat tanpa kepala ditemukan mengapung di Perairan Timur Tanjung Pesona Sungailiat Bangka. Belum diketahui identitas mayat ini karena tim masih melakukan evakuasi di tengah laut, Sabtu (25/8/2018).

Mayat secara tak sengaja ditemukan nelayan saat mencari ikan. Sosok mayat yang dimaksud menggunakan kaus warna hitam, dan celana warna merah. Posisi saat ditemukan dalam keadaan mengapung, telungkup.

"Mayat tanpa kepala ditemukan oleh saudara Botak,Warga Lingkungan Nelayan 1Sungailiat. Mayat itu ditemukan di Perairan Laut Tanjung Pesona," kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bangka, Ridwan kepada Bangka Pos Groups, Sabtu (25/8/2018).

Kapolres Bangka AKBP M Budi Ariyanto diwakili Kasat Polair AKP Elpiadi kepada Bangka Pos, Sabtu (25/8/2018) menyatakan, tim masih berada di lautan untuk mengevakuasi jasat tersebut. Mengenai identitas, ia belum dapat memberikan penjelasan rinci.

"Karena anggota masih di lautan," katanya.

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help