Dua Ekor Penyu Tewas Mengenaskan di Pulau Panjang, Diduga Hasil Perburuan Manusia

Dua ekor Green Sea Turtle atau penyu ditemukan tewas mengenaskan, di pesisir pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah

Dua Ekor Penyu Tewas Mengenaskan di Pulau Panjang, Diduga Hasil Perburuan Manusia
Ist
Dua ekor Green Sea Turtle atau penyu ditemukan tewas mengenaskan, di pesisir pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah, pada Minggu (26/8/2018) pukul 14.30 WIB. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Dua ekor Green Sea Turtle atau penyu ditemukan tewas mengenaskan, di pesisir pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah, pada Minggu (26/8/2018) pukul 14.30 WIB.

Dua penyu itu ditemukan oleh seorang peneliti dan konservator  bidang lingkungan Abriandika Pratama Assistent Project of Pan Semujur Foundation Graduate Student of TUMSAT (Tokyo University of Marine Science And Technologh) yang tidak sengaja melihat ketika hendak berbilas setelah aktivitas reserch, ia melihat dua penyu seperti drum yang mengapung dipesisir Pulau Panjang.

"Kebetulan sebelumnya kami selesai aktivitas pengambilan data analisis sedimentasi lumpur, monitoring kondisi karang, serta pengecekan rumpon di perairan tersebut di bagian belakang Pulau Panjang,"jelas Abriandika kepada wartawan, Minggu (26/8/2018)

Ia menjelaskan penyu yang mati berjenis kelamin betina hasil identifikasi masing masing berbotot diatas 50 kg dengan diameter lebih dari 1 meter itu berjenis kelamin betina.

"Tidak diketahui siapa pelaku dari kegiatan ilegal perburuan dengan sengaja ini, tapi sebelumnya antara pukul O9.00 WIB - 11.00 WIB ada beberapa nelayan lokal dari berbagai desa sedang berlabuh untuk berteduh bersama kami digubuk nelayan di beting gusung pasir pulau panjang sebelum kami ke lokasi penelitian dan pengamatan,"lanjutnya

Namun pihaknya, tidak bisa menuduh tanpa ada bukti siapa pemiliknya, karena nelayan yang masih berada dilokasi tersebut juga mengaku tidak tahu menahu akan keberadaan penyu yang sebelumnya ia kira drum bekas mengapung.

"Kondisi penyu ditemukan 10an meter dari bibir pantai dan diikat dengan tali nilon dibagian leher satu sama lain dan diberi batu pemberat serta pelampung penanda, diduga kuat agar tidak hanyut dan mudah ditemukan kembali oleh pelaku,"lanjutnya

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa kondisi kepala penyu memiliki luka di kepala cukup besar dan panjang yang diduga akibat pukulan benda tumpul, serta luka tusuk pada bagian leher. Kondisi ditemukan masih dengan darah yang segar mengalir basah.

Ia dibantu rekan sesama team yaitu saudara Aidil Fitriyansyah​​, Syafri Hariansah​​, Dedy serta Nahkoda kapal La Dini mengevakuasi penyu tersebut ke daratan pulau panjang untuk diidentifikasi.

"Satu jam setelah itu kami meminta bantuan kantor Pan Semujur untuk membantu menguburkan bangkai dengan kode 1 mati dalam kondisi baru atau segar. Kami menguburnya di daratan pulau tersebut, yang mana nantinya beberapa bulan kedepan insya Allah akan saya lakukan penggalian untuk penelitian lebih lanjut,"lanjutnya

Atas kejadian ini pihaknya telah melaporkan terkait kejadian ini ke KKP Dit Konservasi, WWF-Indonesia Bidang Marine, serta LIPI selaku mitra kerja mereka.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved