Kemas Arfani Rahman Menyatakan Lebih Baik Ditembak Mati Daripada Dituduh Korupsi

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman merasa heran dan kaget atas penetapan dirinya sebagai tersangka

Kemas Arfani Rahman Menyatakan Lebih Baik Ditembak Mati Daripada Dituduh Korupsi
Bangka Pos / Nurhayati
Kemas Arfani Rahman 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman merasa heran dan kaget atas penetapan dirinya sebagai tersangka pada kegiatan cetak sawah di Kabupaten Bangka tahun 2016 yang lalu.

Oleh karena kegiatan tersebut adalah program nasional yang dananya bersumber dari APBN 2016, pekerjaan kegiatan tidak ditender dimana diseluruh Indonesia diswakelolakan pada Direktorat Zeni TNI AD dan Kodam.

Sedangkan bendaharawan kegiatan ada di Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pengawasan terhadap pekerjaan dilaksanakan oleh tim pengawas yang terdiri dari tim dari kabupaten dan provinsi.

"Saya sudah menerima penetapan surat sebagai tersangka oleh Kejaksaan tinggi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baru-baru ini. Saat saya menerima surat penetapan itu langsung mengucapkan innalillahi wa Innalillahi roji'un karena ini merupakan musibah yang saya tidak sangka, yang saya heran dan dan saya terkejut. Keluarga saya semua terkejut, teman-teman para gapoktan, petani termasuk bupati, teman sejawat, kepala OPD semua merasakan prihatin atas musibah ini," ungkap Kemas Arfani saat ditemui bangkapos.com, Minggu (26/8/2018) sore di kediamannya.

Ia berkeyakinan menjalankan tugas negara yang diamamahkan sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka dengan berkomitmen menjalankan apapun perintah negara.

Program cetak sawah itu merupakan program nasional yang merupakan salah satu nawacita Presiden Jokowi untuk mewujudkan ketahanan pangan.

Oleh karena itu program cetak sawah itu menjadi program unggulan yang disampaikan menteri pertanian dengan melakukan kerjasama dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

"Dalam hal ini saya bekerjasama dengan Kolonel Wadi Kepala Pelaksana Lapangan dari Mabes TNI AD dan di provinsi itu KPA-nya Kepala Dinas Pertanian provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ada juga PPK provinsi, petugas pengesah SPM dan bendahara juga di provinsi sedangkan saya di kabupaten ditugaskan sebagai PPK kabupaten. Tugasnya menyiapkan lahan yang dicetak, melakukan sosialisasi kemudian mengawasi pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh TNI. Ini dilakukan secara nasional swakelola tanpa tender merupakan kebijakan nasional," jelas Kemas.

Sebagai PPK Kabupaten ia sudah berusaha melakukan pengawasan bersama tim pengawas, tim teknis dan panitia penerima hasil pekerjaan yang dibentuk oleh kepala dinas pertanian provinsi.

Halaman
123
Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help