Kemas Arfani Rahman Menyatakan Lebih Baik Ditembak Mati Daripada Dituduh Korupsi

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman merasa heran dan kaget atas penetapan dirinya sebagai tersangka

Kemas Arfani Rahman Menyatakan Lebih Baik Ditembak Mati Daripada Dituduh Korupsi
Bangka Pos / Nurhayati
Kemas Arfani Rahman 

Sesuai dengan hasil pengawasan dan penilaian dari penerima hasil pekerjaan provinsi bahwa pekerjaan tersebut sudah selesai, kemudian ia menyerahkan pekerjaan tersebut kepada KPA dalam hal ini kepala dinas pertanian provinsi dimana cetak sawah di Kabupaten Bangka seluas 2.200 hektar.

Dijelaskan Kemas, kegiatan cetak sawah senilai Rp 35.200.000.000 tersebut seluruh pembayarannya dilaksanakan dengan transfer langsung ke rekening Direktorat Zeni TNI AD, sedangkan hasil pekerjaan telah dinyatakan memenuhi syarat oleh Tim Penerima Hasil Pekerjaan yang dibentuk oleh Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Semuanya dilakukan secara transparan, tidak ada keterlibatan secara langsung baik teknis maupun non teknis dari saya. Saya tidak melakukan proses apapun terkait dengan pembayaran dan sebagainya. Itu semua dilakukan oleh pihak provinsi baik oleh bendahara provinsi maupun petugas lain seperti SPM dari provinsi," tegas Kemas.

Diakuinya dalam SK yang dibuat oleh kepala dinas pertanian provinsi ia lalai membacanya semua tugas yang ada tersebut ada di PPK sehingga yang menjadi masalah seolah-olah dirinya bertanggung jawab secara keseluruhan.

Padahal pekerjaan cetak sawah itu dilakukan oleh semua kabupaten di provinsi Kepulauan Bangka Belitung kecuali Bangka Tengah dan Pangkalpinang.

"Yang terjadi adalah saya sebagai tersangka perdana. Saya tidak tahu apakah ada kelanjutan dan lainnya. Ini yang menjadi keheranan saya. Ada pernyataan dari pihak kejati ada kekurangan volume saya tidak yakin ada kekurangan volume karena dikerjakan secara profesional oleh para TNI dan mereka belum diperiksa sama sekali. Ini yang menjadi keheranan saya mengapa saya langsung ditetapkan sebagai tersangka," sesal Kemas.

Ditegaskan Kemas, dia sudah melaksanakan pekerjaan proyek pencetakan sawah tersebut secara benar dan tidak mempunyai niat sama sekali untuk memberikan keuntungan kepada pihak lain,apalagi melakukan korupsi secara langsung dimana tidak terbersit sedikitpun di hatinya.

"Saya terus terang lebih baik ditembak mati daripada dikatakan korupsi. Saya lebih baik dikatakan seperti itu dan saya siap apapun resikonya. Saya siap mati saya tidak ada masalah," tegas Kemas.

Untuk itu dia sudah berkonsultasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak-pihak terkait, termasuk dengan Tokoh masyarakat Bangka Belitung Datuk Ramli Sutanegara.  Dalam hal itu Ramli mengimbau kepadanya, didalam penegakan hukum haruslah diusut secara tuntas, jangan ada orang yang tidak bersalah menjadi korban.

"Menurut beliau jangan sampai ada pihak-pihak yang merasa dizalimi. Seperti sekarang saya merasa dizolimi," ucap Kemas

Halaman
123
Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help