Kemas Arfani Rahman Menyatakan Lebih Baik Ditembak Mati Daripada Dituduh Korupsi

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman merasa heran dan kaget atas penetapan dirinya sebagai tersangka

Kemas Arfani Rahman Menyatakan Lebih Baik Ditembak Mati Daripada Dituduh Korupsi
Bangka Pos / Nurhayati
Kemas Arfani Rahman 

Menurut rencana Kemas bersama pengacaranya akan menemui Direktur Zeni TNI AD sebagai penanggung jawab pelaksanaan kegiatan cetak sawah tersebut yang sampai saat ini pihak pelaksana pekerjaan tersebut belum pernah dipanggil oleh pihak yang berwenang.

"Saya sudah didampingi oleh pengacara. Pengacara saya sudah mengambil langkah-langkah dalam waktu dekat ini saya juga akan berkonsultasi dengan Direktorat TNI Angkatan Darat pusat dan kebetulan juga mantan direkturnya sekarang menjadi Pangdam II Sriwijaya, mudah-mudahan dapat difasilitasi untuk berkonsultasi karena pelaksanaan ini adalah tanggung jawab bersama bukan saya sendiri. Mengapa ini hanya di Kabupaten Bangka sedangkan kabupaten lain tidak tersentuh dan ini menjadi keheranan terbesar saya," ungkap Kemas.

Terkait adanya penggeledahan di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Bangka oleh pihak Kejati Babel disampaikannya bahwa yang dicari pihak kejati adalah dokumen asli terkait pencairan dana percetakan sawah.

"Terkait dokumen asli pencairan dana sedangkan dokumen asli pencairan dana kami sama sekali tidak megang karena kami bukan yang bertanggung jawab terkait dengan pembayaran. Itu ada di provinsi dan saya sudah menjelaskan ini kepada pihak penyelidik tetapi pihak penyelidik kurang puas yang diambil itu dokumen perencanaan, izin UKL-UPL. Saya hanya sebagai PPK pejabat pembuat komitmen yang melakukan kontrak swakelola dengan Direktorat TNI Angkatan Darat," jelas Kemas.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help