12 Guru SKB Dipecat, Anggota DPRD Kabupaten Bangka Nilai Cacat Logika

Anggota DPRD Kabupaten Bangka menerima laporan ada 12 guru TK, TPA dan Kober SKB yang dipecat secara sepihak

12 Guru SKB Dipecat, Anggota DPRD Kabupaten Bangka Nilai Cacat Logika
bangkapos/nurhayati
Kurtis 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM -- Anggota DPRD Kabupaten Bangka Kurtis menerima laporan para guru di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sungailiat, ada 12 guru TK, TPA dan Kober SKB yang dipecat secara sepihak oleh pihak SKB Sungailiat.

"Ini ada masalah guru-guru SKB Sungailiat dimana ada laporan ketika guru-guru datang ke tempat saya. Saya sudah sampaikan ke Ketua Komisi I DPRD Bangka Bapak H Usnen untuk ditindaklanjuti sesuai wewenang komisi I. Tadi minta izin untuk menyampaikan di media. Tetapi untuk kebijakan terkait rasa keadilan nasib para guru tersebut konfirmasi ke Ketua Komisi I Pak H Usnen," kata Kurtis kepada bangkapos.com, Senin (27/8/2018) di DPRD Kabupaten Bangka.

Menurutnya para guru tersebut sudah mengabdi selama 10 tahun sampai dengan 12 tahun tetapi sangat disayangkan dibebastugaskan secara sepihak.

"Mereka hanya mendapat secara lisan pemberitahuan di depan beberapa wali murid yang diundang pihak SKB," sesal Kurtis

Dikatakannya, alasan bebas tugas karena SKB sudah jadi negeri, sementara ada tenaga pengajar empat orang honorer pemda dan lima orang honorer pusat

"Para guru sudah menghadap kasi, kabid dan kadin, sampai saat ini belum ada penyelesaian juga dan cenderung mereka disalahkan. Sedangkan ibu kepala sekolah tidak mau menandatangi SK pembagian tugas," kata Kurtis.

Disampaikan politisi dari Partai PKS ini, yang lebih menyedihkan untuk bulan Juli dan Agustus para guru tersebut sudah tidak mendapatkan honor dari SKB.

Selain itu juga Kurtis mengungkapkan adanya memo dengan kop surat dari Bupati Bangka tapi tidak jelas, apakah pemberhentian atau apa.

Menanggapi pemecatan sepihak yang dilakukan pihak SKB tersebut dia menilai tidak ada rasa keadilan dan kemanusian terkait jasa, pengabdian, dengan mudahnya mencampakkan guru-guru luar biasa ini.

"Kalau alasannya adalah adanya guru-guru honorer pemda dan pusat dan sudah dinegerikan, sebenarnya ini cacat logika, karena sebelum ada guru-guru honor pemda dan pusat, mereka sudah duluan berbuat dan berbakti di SKB, mbok ya mereka saja yg diangkat jadi honda tersebut," sesal Kurtis.

Terkait adanya memo dari Bupati Bangka H Tarmizi Saat mengenai pemberhentian 12 guru di SKB Sungailiat tersebut, dia berharap agar bupati bijaksana.

"Kepada Pak Bupati Tarmizi Saat tolonglah akhir masa jabatan tersebut diisi dengan kebijakan yang bisa dikenang dan berakhir dengan khusnul khotimah. Kepada bupati terpilih bapak Mulkan ini PR yang perlu penyikapan, bukan cuma SKB masalah guru honorer non pemda maupun pusat. Banyak sekali di SDN dan SMPN yang ada di Kabupaten Bangka permasalahannya sama, guru banyak yg pensiun, sementara sekolah kekurangan tenaga pengajar, sehingga cerita guru dan pegawai di SDN dan SMPN yang non ASN (PNS dan Honda) dengan penghasilan dibawah Rp 600.000 per bulan itu adalah nyata," ungkap Kurtis.

Terkait adanya pemecatan 12 guru SKB tersebut, bangkapos.com sudah datang ke SKB Sungailiat untuk konfirmasi langsung kepada Kepala SKB Sungailiat Ivone namun sayangnya kantor SKB dalam keadaan tertutup dan terkunci.

bangkapos.com juga sudah berupaya menelpon maupun mengirim pesan whatsapp kepada Ivone namun belum ada balasan dan tanggapan hingga berita ini diturunkan.

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help