Dikira Selesai, Masalah Pemangkasan Bukit Manunggal Muncul Lagi

DPRD Provinsi Bangka Belitung kembali menerima perwakilan masyarakat Desa Air Mesu, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah

Dikira Selesai, Masalah Pemangkasan Bukit Manunggal Muncul Lagi
Bangka Pos / Hendra
Masyarakat Desa Air Mesu, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah saat berdialog dengan DPRD Babel terkait pemangkasan Bukit Manunggal oleh PT VP dan PT BWAP, Senin (27/8/2018). 

Laporan wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- DPRD Provinsi Bangka Belitung kembali menerima perwakilan masyarakat Desa Air Mesu, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (27/8/2018).

Dalam pertemuan tersebut masyarakat mengeluhkan terkait janji perbaikan rumah yang rusak akibat pemangkasan bukit manunggal, pencemaran air, serta kesejahteraan karyawan.

Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, kepada harian ini mengungkapkan bahwa permasalahan tersebut dikiranya sudah selesai. Pasalnya pada pertemuan sebelumnya sudah ada kesepakatan antara kedua belah pihak.

“Awalnya sudah ada kesepakatan, dan kami anggap masalahnya sudah clear. Ternyata sampai sekarang belum juga selesai. Di Polda juga mereka membuat perjanjian untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kalau begini DPRD dibohongi, Polda dibohongi apalagi rakyat,” ujar Didit Srigusjaya.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua DPRD Babel, Tony Purnama beserta anggota, Dinas Perhubungan, Dinas ESDM, dan Dinas Lingkungan Hidup.

Sebelumnya lanjut Didit, permasalahan yang diadukan oleh masyarakat terkait imbas dari aktivitas pemangkasan Bukit Manunggal dengan bahan peledak (blessing). Namun saat ini muncul lagi permasalahan yakni terkait tenaga kerja dan keselamatan kerja.

Pekerja yang berasal dari masyarakat lokal diperlakukan diskriminatif, sebaliknya pekerja dari luar tidak.

“Makanya dari hasil pertemuan ini kita akan undang pihak perusahaan. Kita minta mereka harus hadir agar masalah ini clear. Kemudian Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perhubungan, Lingkungan Hidup dan otoritas bandara. Kita ingin tahu dampak dari pemangkasan bukit itu terharap penerbangan,” ujar Didit.(*)

Penulis: Hendra
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help