Kadis Perikanan Bateng Sebut Pembunuh Penyu yang Ditemukan di Pesisir Pulau Panjang Bisa Dipidana

Dinas Perikanan Pemkab Bateng mengatakan siapapun yang membunuh hewan itu secara sengaja dan menangkapnya bisa dipidana dan denda ratusan juta rupiah.

Kadis Perikanan Bateng Sebut Pembunuh Penyu yang Ditemukan di Pesisir Pulau Panjang Bisa Dipidana
istimewa
Dua ekor green sea turtle atau penyu hijau yang ditemukan mati mengenaskan di pesisir pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah pada Minggu (26/8/2018) siang. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM -- Dua ekor green sea turtle atau penyu hijau yang ditemukan mati mengenaskan di pesisir pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah pada Minggu (26/8/2018) membuat banyak para pihak menyayangkan hal itu.

Penyu mati dengan kondisi kepala memiliki luka cukup besar dan panjang yang diduga akibat pukulan benda tumpul, serta luka tusuk pada bagian leher. Kondisi penyu ditemukan masih dengan darah yang segar mengalir basah.

Kepala Dinas Perikanan Pemkab Bateng Dedy, mengatakan siapapun yang membunuh hewan itu secara sengaja dan menangkapnya bisa dipidana dan denda mencapai ratusan juta rupiah.

"Berdasarkan undang undang nomer 5 tahun 90 tentang pelestarian biota yang dilindungi memang ada sanksinya bisa pidana 10 tahun dan denda Rp 200 juta orang yang menangkap dan membunuh karena itu termasuk satwa dilindungi," kata Dedy kepada wartawan, Senin (27/8/2018)

Namun dari matinya dua penyu itu, dirinya belum bisa menyimpulkanya keberadaan penyu tersebut, ditangkap oleh nelayan asal Bateng atau hanya hanyut di pesisir Pulau Panjang Bangka Tengah.

"Jadi kita belum bisa menduga apakah hasil ditangkap masyarakat kita atau tidak, tetapi bisa juga indikasinya itu hanyut ketika mati dan terdampar di pesisir pulau panjang, namun kita sinyalir penyu yang mati ini bukan dari daerah kita tetapi daerah lain,"katanya

Sebelumnya Dinas Perikanan Pemkab Bateng telah melakukan pemahaman kepada nelayan asal Bangka Tengah agar tidak membunuh satwa yang dilindungi oleh undang undang.

"Kita tentunya melindungi itu, pemerintah juga telah memiliki satu satunya tempat penangkaran penyu di tentunya untuk kelestarian penyu, kita akan mensosialisasikan terus agar nelayan tidak menangkap dan membunuh satwa itu,"jelasnya. 

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved