Negara Venezuela Alami Kebangkrutan, Wanitanya Lakukan ini untuk Hidup

Negara Venezuela Alami Kebangkrutan, Wanitanya Lakukan ini untuk Hidup

Negara Venezuela Alami Kebangkrutan, Wanitanya Lakukan ini untuk Hidup
Intisari
Venezuela. 

"Ini adalah pekerjaan yang memalukan. Namun, apa lagi yang saya punya? Saya harus terus membesarkan dua anak saya," ujarnya.

"Satu-satunya cara tetap menyediakan makan bagi anak-anak saya adalah pergi ke Kolombia, dan menjual tubuh saya," tutur perempuan itu.

Wanita lain yang menceritakan pengalaman yang sama dulunya berprofesi sebagai seorang penata rambut.

Dia mengatakan, jika saja ada pilihan pekerjaan lain, dia dengan senang hati bakal langsung keluar dari dunia prostitusi tersebut.

Ibu dari putra berumur satu tahun itu menyatakan, dia tidak meminum alkohol maupun mengonsumsi narkoba.

"Saya hanya menjadi PSK. Saya melakukannya karena saya terpaksa. Jika ada pekerjaan lain, saya bakal langsung keluar," tutur dia.

Kedua perempuan itu melanjutkan, mereka merasa terbatas dan tak berdaya karena tidak mempunyai dokumen legal untuk bekerja di negara lain.

Venezuela, negara yang dulunya dikenal sebagai salah satu yang terkaya di Amerika Latin, terancam mengalami hiperinflasi hingga 1 juta persen di 2018 ini.

Ilustrasi
Ilustrasi ()

Begitu tingginya inflasi membuat harga barang-barang pokok meroket tak terkendali.

Misalnya saja satu ekor ayam utuh dihargai 14,6 miliar bolivar. Kemudian tomat per kilogram harganya 5,2 juta bolivar.

Fakta itu membuat pemerintahan Presiden Nicolas Maduro menerbitkan uang baru.

Mata uang baru tersebut memangkas banyak angka nol di pecahan uang lama, dan diharapkan bisa mengendalikan inflasi.

Sebuah contoh sederhana disajikan. Dengan mata uang lama secangkir kopi di ibu kota Caracas dihargai 2,5 juta bolivar.

Dengan mata uang baru, secangkir kopi diharapkan bisa diminum dengan harga normal yaitu 25 sen.

Meski begitu, banyak kalangan meragukannya karena pendahulu Maduro, mendiang Hugo Chavez, juga melakukannya di 2008, dengan hasil tetap tak menghentikan inflasi.(Intisari/kompas.com)

Editor: teddymalaka
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved