Pencuri 17 TKP Hamburkan Duit Buat Indehoi di Lokalisasi

Aksi pencurian di 17 tempat (TKP) terungkap. Pelaku berinisial, SD (26), bujangan asal Lingkungan Bedeng Akeh Sungailiat.

Pencuri 17 TKP Hamburkan Duit Buat Indehoi di Lokalisasi
bangkapos/ferylaskari
Kapolsek Sungailiat, AKP Yudha didampingi anggota, saat gelar kasus hasil tangkapan. Tampak SD (26), tersangka pelaku pencurian dan barang bukti diamankan. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM -- Aksi pencurian di 17 tempat (TKP) terungkap. Pelaku berinisial, SD (26), bujangan asal Lingkungan Bedeng Akeh Sungailiat. Tersangka spesialis pencuri handphone ini mengaku hasil kejahatan digunakan untsi polisi,uk hura-hura, karaoke hingga indehoi di lokalisasi. Berikut pengakuan Tersangka SD (26) saat diintrogasi Selasa (28/8/2018) petang.

"Hasil pencurian sebagian buat makan dan sebagian lagi buat hura-hura di karaoke dan juga lokalisasi, buat hubungan intim," kata Tersangka SD (26) saat diintrogasi petugas di Mapolsek Sungailiat, Selasa (28/8/2018) petang.

Pelaku mengaku sebelumnya pernah dihukum sebagai narapidana di Lapas Tuatunu Pangkalpinang. Ia ditangkap pertama kali Tahun 2012, dan bebas Tahun 2014. Pada Tahun 2015 pria ini ditangkap lagi, dalam kasus yang sama, pencurian, dan bebas dua tahun kemudian

"Sebelumnya saya pernah dua kali masuk penjara, dalam kasus pencurian juga. Pertama dihukum satu tahun lebih waktu itu ketangkap pertama 2012 akhir, dan bebas 2014. Kemudian pertengahan 2015 ditangkap lagi, hukuman dua tahun. Dan setelah bebas saya mencuri lagi dan ini ditangkap lagi," kata SD mengaku kapok.

Kapolres Bangka AKBP M Budi Ariyanto diwakili Kapolsek Sungailiat AKP Yudha kepada bangkapos.com, Selasa (28/8/2018) menyatakan penangkapan pelaku berkat kerja keras unit reskrim kepolisian sektor yang ia pimpin .

"Pelaku kita tangkap pada Hari Sabtu (25/8/2018) di rumahnya di Bedeng Sungailiat. Pelaku ditangkap karena melakukan pencurian di 17 TKP, yaitu sebagian besar wilayah Sungailiat dan dua wilayah lainnya, Pemali dan Riausilip," kata Kapolsek.

Pada kasus yang dimaksud, polisi baru mengumpulkan separuh barang bukti, seperti delapan unit handphone dan satu unit sepeda motor yang biasa digunakan pelaku untuk beraksi.

"Tersangka sudah sering melakukan curat, spesialis pencuri HP. Modus operandinya, memasuki dan mencongkel rumah korban setelah lebih dulu memantau keadaan," tegas Kapolsek seraya menjerat tersangka pada ancaman tujuh tahun penjara.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help