Home »

Lokal

» Bangka

Perayaan Ulambana Di Puri Tri Agung Bisa Jadi Kalender Pariwisata

Perayaan Ulambana atau Chit Ngit Pan atau Sembahyang Rebut yang digelar di Puri Tri Agung, Senin (27/8/2018) malam ini

Perayaan Ulambana Di Puri Tri Agung Bisa Jadi Kalender Pariwisata
bangkapos/nurhayati
Puncak Perayaan Ulambana yang juga dikenal dengan Chit Ngit Pan atau Sembahyang Rebut, Senin (27/8/2018) malam yang digelar di Puri Tri Agung. 

Laporan Wartawan Bangka, Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM -- Perayaan Ulambana yang juga dikenal dengan Chit Ngit Pan atau Sembahyang Rebut yang digelar di Puri Tri Agung, Senin (27/8/2018) malam ini bisa menjadi wisata religi di Kabupaten Bangka.

Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Pemida dan Olahraga Kabupaten Bangka Indrata berharap event yang digelar Pihak Puri Tri Agung ini bisa menjadi event nasional bahkan internasional.

Dia berharap adanya dukungan dari Pemkab Bangka dan DPRD Bangka untuk mendukung event tersebut.

Dikatakan Ketua DPRD Kabupaten Bangka Parulian Napitupulu, DPRD mendukung Perayaan Ulambana yang digelar Puri Tri Agung bisa menjadi kalendar pariwisata di Kabupaten Bangka.

"Saya mewakili DPRD megucap selamat Chit Ngiat Pan Sembahyang Rebut. Mudah-mudahan bisa berlanjut. Puri Tri Agung sudah dikenal diseluruh penjuru nusantara. Kita berharap bisa menjadi kalender pariwisata Kabupaten Bangka. Kalau masyarakat tidak mendukung maka tidak dapat berjalan dengan baik," ungkap Parulian.

Puncak Perayaan Ulambana yang juga dikenal dengan Chit Ngit Pan atau Sembahyang Rebut,  Senin (27/8/2018) malam yang digelar di Puri Tri Agung.
Puncak Perayaan Ulambana yang juga dikenal dengan Chit Ngit Pan atau Sembahyang Rebut, Senin (27/8/2018) malam yang digelar di Puri Tri Agung. (Bangka Pos/Nurhayati)

Selaku Ketua DPRD Bangka jika ada ada usulan dari pemerintah daerah untuk menganggarkan perayaan Ulambana tersebut dia mendukung.

"Saya sempat telpon Pak Mulkan bupati terpilih tetapi beliau tidak bisa hadir dia pesan tolong sampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat," kata Parulian.

Tokoh Masyarakat Tionghoa Agung Setiawan berharap kegiatan Chit Ngit Pan atau Sembahyang Rebut yang diselenggarakan Puri Tri Agung lebih baik lagi. Namun dia menyayangkan warga sudah rebutan barang-barang yang disiapkan pihak panitia Puri Tri Agung sebelum waktunya.

"Selamat Chit Ngiat Pan ini sangat luar biasa belum saatnya sudah rebutan mudah-mudahan bisa diatur lebih baik lagi, supaya ke depannya lebih banyak lagi menjadi wisata religius kebersamaan ini Tongin Fangin Tjit, untuk kita dari kita dan buat kita," kata Agung Setiawan.

Puncak Perayaan Ulambana yang juga dikenal dengan Chit Ngit Pan atau Sembahyang Rebut,  Senin (27/8/2018) malam yang digelar di Puri Tri Agung.
Puncak Perayaan Ulambana yang juga dikenal dengan Chit Ngit Pan atau Sembahyang Rebut, Senin (27/8/2018) malam yang digelar di Puri Tri Agung. (Bangka Pos/Nurhayati)

Tokoh Masyarakat Tionghoa dari Bangka Barat Alex Fransiskus juga menyayangkan rebutan yang dilakukan warga sebelum waktunya.

"Saya melihat sudah berebut sebelum waktunya semoga ini bisa lebih baik. Ini budaya kita yang harus dipelihara. Aset budaya semoga tahub depan lebih meriah dan baik lagi," harap Alex.

Wakil Ketua Yayasan Bangka Jaya Lestari yang mengelola Puri Tri Agung Bambang Patijaya mengatakan senang masyarakat bisa berkumpul turut serta Sembahyang Rebut walaupun ada insiden.

"Semoga tidak mengurangi makna. Kami dari Puri Tri Agung mengucapkan terima kasih dan selamat merayakan Chit Ngiat Pan," kata Bambang.

Ketua Yayasan Bangka Jaya Lestari, Yusni Lestari berharap kegiatan perayaan Ulambana yang setiap tahun diadakan di Puri Tri Agung ini bisa berlangsung terus dan ke depan lebih baik.

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help