Pulau Belitung Persiapkan Pembangunan TPA Regional

Sampah ini bahaya laten, dan harus kita siapkan sejak dini, karena prosesnya panjang dan perlu ditetapkan di tata ruang

Pulau Belitung Persiapkan Pembangunan TPA Regional
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Babel, Eko Kurniawan. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kabupaten Belitung dan Belitung Timur mengajukan untuk membangun Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional di Pulau Belitung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Babel, Eko Kurniawan mengatakan pembahasan tentang TPA regional ini merupakan tindak lanjut dari rakor Gubernur lalu.

Perencanaan pembangunan TPA Regional ini penting mengingat Pulau Belitung yang merupakan destinasi wisata.

"Sampah ini bahaya laten, dan harus kita siapkan sejak dini, karena prosesnya panjang dan perlu ditetapkan di tata ruang," kata Eko, Selasa (28/8/2018).

Eko mengatakan saat ini belum disepakati dua kabupaten ini untuk lokasi pembangunan TPA. Untuk ditetapkan menjadi kawasan TPA perlu ditetapkan dalam tata ruang RTRW.

"Silahkan Belitung dan Beltim tetapkan dalam rencana tata ruang, kalau sesuai baru kita proses lebuh lanjut melibatkan satker PSPLP untuk pusat. Karena sekarang belum sepakat letaknya," katanya.

Untuk pembangunan TPA Regional dibutuhkan lahan seluas 20-40 hektar. Tapi tidak sepenuhnya lahan ini untuk pengolahan akhir sampah tapi menjadi kawasan terpadu.

Sedangkan untuk zona inti pemrosesan sampah akhir hanya 500-1 kilo. Sisanya digunakan untuk ditanami tumbuhan terbuka.

"Harus meninjau kembali rencana tata ruang, kemudian alokasikan untuk TPA regional. belum ada ancang-ancang kelihatan Belitung dan Beltim sepakatnya dimana. Bupati Beltim mengusulkan di Renggiang, dari Belitung pengennya Belitung Utara perbatasan Sijuk dan Kampit. Kita menunggu kesepakatan mereka untuk lokasi kalau sudah clear baru ke kita," katanya.

Ia berharap pada 2019 mendatang, lokasi ini sudah disepakati. Sehingga, pada saat peninjuan kembali RTRW tahun 2019 TPA Regional sudah dimasukkan dalam PK RTRW.

"Ini harus selesai 2019 karena Belitung dan Beltim PK RTRW tahun 2019, kalau enggak selesai kan harus menunggu 5 tahun lagi, makanya pengen tahun depan selesai dan tercover di tata ruang," ujarnya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved