Antar Blangko PBB, Bu RT Ini Digigit Anjing Pitbull

Tini Sengkono, Ketua RT 02 Kelurahan Batu Intan Kecamatan Girimaya Kota Pangkalpinang saat mengantarkan blangko tagihan Pajak Bumi Bangunan (PBB)

Antar Blangko PBB, Bu RT Ini Digigit Anjing Pitbull
Bangka Pos / Edwardi
Tini Sengkono (baju kuning) sedang berdialog dan mendapatkan penjelasan dari petugas gudang farmasi Dinkes Pangkalpinang. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tini Sengkono, Ketua RT 02 Kelurahan Batu Intan Kecamatan Girimaya Kota Pangkalpinang saat mengantarkan blangko tagihan Pajak Bumi Bangunan (PBB) ke rumah seorang warga di Jalan Depati Hamzah tiba-tiba diserang dan digigit anjing jenis Pitbull (Bulldog) di bagian paha kirinya, Senin (27/08/2018).

"Saat itu saya datang ke rumah warga untuk antar Blangko PBB, setelah masuk pintu pagar pertama aman, ketika memanggil pemilik rumah dan membuka pintu yang kedua tiba-tiba muncul anjing itu tanpa menggonggong langsung menggigit paha kiri saya, lalu dilepaskannya dan anjing itu masuk lagi ke dalam rumah," kata Tini yang ditemui Bangkapos.com di Kantor Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Kamis (30/08/2018).

Diungkapkannya usai kejadian karena takut terkena penyakit rabies langsung ke puskesmas, namun disana tidak ada vaksin rabies ya lalu ke RSUD Depati Hamzah.

"Di rumah sakit umum akhirnya saya disuntik vaksin rabies untuk pertolongan pertama, untuk pencegahan rabies ini harus 5 kali suntikan," jelasnya.

Ditambahkannya, pihak dokter RSUD lalu memberikan resep dan jadwal untuk suntikan berikutnya, namun di RSUD saat ini stok vaksin rabies ini sudah tidak ada lagi, sehingga disuruh meminta ke Dinas Kesehatan Pangkalpinang.

" Jadi saya ke kantor dinas kesehatan ini untuk menanyakan dan meminta stok vaksin rabies itu tapi kata petugas bagian gudang farmasi, pihak pasien tidak boleh meminta vaksin langsung ke gudang namun pihak RSUD lah yang harusnya memintanya kesini, jadi saya juga bingung, sebelumnya pihak RSUD meminta saya datang ke dinas kesehatan," imbuhnya.

Diakuinya, untuk berobat ke RSUD menggunakan fasilitas kartu BPJS Kesehatan.

"Katanya untuk suntikan vaksin rabies ini BPJS hanya menanggung 3 kali, untuk suntikan selanjutnya dikenakan bayar sendiri. Saya nggak masalah disuruh bayar sendiri nggak apa-apa yang penting ada vaksinnya," ujarnya.

Sementara Sinta, petugas Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Pangkalpinang menjelaskan stok vaksin rabies masih ada tersedia.

"Berdasarkan aturan pihak pasien tidak boleh meminta langsung ke dinkes, tapi seharusnya pihak puskesmas atau RSUD lah yang mengirimkan surat memintanya ke dinkes. Jadi kita anjurkan agar pihak pasien kembali RSUD agar pihak RSUD yang meminta dan mengambilnya ke gudang farmasi dinkes," jelasnya.(*)

Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help