Komda KIPI Babel Investigasi Soal Bocah Lemas Usai Vaksin MR

Ketua Komda Kejadian Ikutan Pasca imunisasi (KIPI) Babel dr Helfiani Sp.A. mengatakan pihaknya sedang melakukan investigasi terkait kasus Laras (9)

Komda KIPI Babel Investigasi Soal Bocah Lemas Usai Vaksin MR
Bangka Pos / Krisyanidayati
Laras saat di Indonesia RSUD Depati Hamzah dibantu oleh petugas dari dinas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan, Kamis (30/8/2018) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -Ketua Komda Kejadian Ikutan Pasca imunisasi (KIPI) Babel dr Helfiani Sp.A. mengatakan pihaknya sedang melakukan investigasi terkait kasus Laras (9) yang muncul ruam dan kaki ngilu usai di vaksin Measles Rubella (MR) dua pekan lalu.

Helfiani menyebutkan pihaknya harus melakukan beberapa pemeriksaan rutin, untuk memastikan apa yang dialami Laras betul-betul KIPI atau coincedence yang tidak berkaitan dengan imunisasi.

"Kami belum bisa menyimpulkan, karena masih diperiksa dan harus diobservasi di rumah sakit, karena ada beberapa pemeriksaan yang harus dilakukan seperti darah rutin, urine rutin, elektronit apa ada kelainan," kata Helfiani, Kamis (30/8/2018).

Helfiani menyebutkan, dari beberapa siswa yang disuntik bersama dengan Laras, hanya laras yang memiliki reaksi dan reaksi ini baru muncul sekitar 12 hari setelah imunisasi. Biasanya, jika memang ini kejadian ikutan paska imunisasi reaksi akan muncul 5-7 hari.

"Kalau melihat dari gejala kebetulan atau coincedence, karena beberapa anak yang suntik bersama dengan dia tidak ada reaksi. Untuk KIPI biasanya hanya 5-7 hari, sedangkan ini sudah 12 hari, tapi kita tunggu hasil uji laboratorium dulu," katanya.

Menurutnya, perihal ini juga disampaikan kepada pemerintah pusat dan sedang dibahas. Namun, tetap menunggu hasil laboratorium.

"Ini kan permasalahan sudah sampai ke pusat, di tingkat pusat juga sedang di bahas. Jadi kita juga menunggu dari pusat, selain hasil uji laboratorium. Mudah-mudahan hasilnya bisa cepat," katanya.

Helfi mengatakan vaksin ini sangat aman, berdasarkan pengalaman yang telah dilakukan di pulau jawa tahun lalu, sangat sedikit sekali kejadian ikutan paska imunisasi.

"Vaksin ini sangat aman, dari pengalaman tahun kemarin di Pulau Jawa, hanya sedikit sekali yang betul-betul KIPI. Waktu ada laporan rupanya coincidence maksudnya secar kebetulan. Ini juga sepertinya mengarah kesitu," tambahnya.

Ia meminta orang tua untuk tidak khawatir, pasal vaksin MR memang harus dilakukan untuk meningkatkan imunitas pada anak.

"Orang tua jangan ragu atau takut ini, takut itu, ketika setelah disuntik paling reaksinya hanya nyeri di sekitar suntikan, merah sedikit, tangan susah digerakkan. Anak-anak yang di rumah sakit, saya tanyain semua ibu-ibunya sudah suntik belum, mereka bilang sudah dan anak-anaknya sehat," sebutnya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved