Laras Siswa SD yang Kakinya Lemas Paska Imunisasi MR Dirujuk Ke RSUD Depati Hamzah

Nur Fauziah Larasati (9) siswa yang muncul ruam pada tubuhnya paska di imunisasi Measles Rubella dua pekan lalu sudah dilarikan ke RSUD Depati Hamzah

Laras Siswa SD yang Kakinya Lemas Paska Imunisasi MR Dirujuk Ke RSUD Depati Hamzah
Bangka Pos / Krisyanidayati
Laras saat mendapatkan perawatan di RSUD Depati Hamzah, Kamis (30/8/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Nur Fauziah Larasati (9) siswa yang muncul ruam pada tubuhnya paska diimunisasi Measles Rubella dua pekan lalu sudah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah, Kamis (30/8/2018) pagi.

Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang berinisiatif membawa Laras untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan, untuk memastikan gejala yang dirasakan Laras ini merupakan Kejadian Ikutan Paska Imunisasi atau bukan.

"Imunisasinya itu dilakukan pada 18 Agustus bukan tanggal 25, kita inisiatif untuk membawa ke rumah sakit untuk memastikan apa yang dialami adik Laras," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Bastomi di RSUD Depati Hamzah, Kamis (30/8/2018).

Berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya, dari 30 siswa yang turut di vaksin bersama Laras hanya Laras yang memberikan reaksi paska imunisasi.

"Kalau kata kepala sekolahnya dari 200 lebih jumlah siswanya, yang diimunisasi hanya 30 orang, dari 30 yang diimunisasi yang lainnya tidak memberikan reaksi karena kan kita minta sekolah melalui guru untuk tetap melakukan pemantauan kepada siswa yang sudah diimunisasi," katanya.

Ia menyebutkan, pihaknya sebelum melakukan penyuntikan tetap dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu dan ini dilakukan oleh tim dokter.

"Bagi siswa yang mau diimunisasi, Kita lakukan screening dulu sebelum melakukan penyuntikan dan ini ditanya satu-satu siswa mereka sehat tidak, ada batuk, pilek dan kita tanya," katanya.

Diberitakan Sebelumnya Laras mulai merasakan pusing dan munculnya ruam pada hari senin, namun ia masih bersekolah. Ketika pulang sekolah tubuhnya memang tidak panas, namun kemunculan ruamnya semakin banyak dan besar.

"Di kelas 7 orang yang suntik, banyak yang enggak masuk. Terus yang masuk enggak suntik karena bawa surat orang tua enggak boleh suntik. Habis suntik enggak sakit, cuma ngilu. Dak nangis juga," ceritanya.

Halaman
12
Penulis: krisyanidayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help