Buat Fahri Hamzah Cs Terpingkal Karena Kritik DPR Lewat Stand Up Comedy, Aji Pratama ‘Minta Maaf’

Komika yang masih muda ini tak canggung untuk melawak di depan para politisi terkenal seperti Bambang Soesatyo, Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Buat Fahri Hamzah Cs Terpingkal Karena Kritik DPR Lewat Stand Up Comedy, Aji Pratama ‘Minta Maaf’
Facebook/DPR
Aji Pratama Kritik DPR 

BANGKAPOS.COM -- Video stand up yang dilakoni Aji Pratama pada lomba Kritik DPR viral. Bocah STM II Palembang Provinsi Sumatera Selatan ini berhasil membuat Fahri Hamzah Cs terpingkal-pingkal.

Delapan menit aksinya di panggung Lomba Kritik DPR menyita perhatian publik.

Video tersebut viral dan telah disaksikan oleh jutaan orang.

Komika yang masih muda ini tak canggung untuk melawak di depan para politisi terkenal seperti Bambang Soesatyo, Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Aksi Aji Pratama yang mengkritik ternyata membuatnya menjuarai lomba tersebut.

Tak hanya mejuarai lomba stand up comedy,  setelah para juri berembuk, terpilihlah komika Aji Pratama dari STM II Palembang sebagai best of the best dari keseluruhan lomba “Kritik DPR”, dan berhak mendapatkan hadiah sepeda motor Vespa. 

Dalam babak final lomba stand up comedy yang menampilkan 10 komika, Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menambahkan hadiah Rp 20 juta dari uang pribadinya.

Tak mau ketinggalan, Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun juga ikut menambahkan Rp20 juta. Sedianya, total hadiah lomba stand up comedysebesar Rp10 juta, sehingga kini totalnya Rp50 juta.

Melalui akun instagramnya, Aji Pratama mengungkapkan terima kasih karena anggota DPR RI mau dikritik.

"Dan terima kasih untuk para anggota dpr yang mau di kritik . Mohon maaf kalo ada salah kata," katanya.

Memperingati Ulang Tahun ke-73 DPR RI, lembaga tersebut menggelar lomba. 

Lomba ini ada tiga kategori, yakni esai, meme, dan stand up comedy.

Melansir laman resmi dpr.go.id, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyampaikan, tradisi kritik yang lucu dan menghibur seperti stand up comedy bisa dilanjutkan. 

“Justru kami membutuhkan kritik, bukan anti kritik.

Maka kami memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan kritiknya secara baik dan yang terbaik kami beri hadiah.

Inilah the best of the best-nya, kami berikan hadiah sepeda motor Vespa,” papar Bamsoet, sapaan akrabnya, usai penyerahan hadiah kepada para pemenang, di lobi Gedung Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (29/8/2018).

 “Kita menilai dari sisi-sisi yang berkaitan dengan kaidah stand up dan juga tema yang kita berikan.

Selucu apapun kalau tidak ada yang tertawa berarti tidak lucu, itu indikator pertama buat kita.

Stand up comey harus lucu apapun isinya. tidak hanya lucu yang kita nilai, tapi yang tidak lucu tidak kita nilai,” kelakar Cak Lontong yang menjari juri lomba tersebut.

Pakar Ilmu Komunikasi Politik Universitas Indonesia Effendi Gazali yang juga juri pada perlombaan ini menambahkan, dari kategori esai, antusias pengikutnya banyak sekali.

Ada sekitar seribu lebih pengirim, namun setelah diseleksi terpilih menjadi 25 kritik esai.

“Esai ini luar biasa banyak sekali seribu lebih, setelah diseleksi tinggal 25,” ujarnya. (bangkapos.com/TeddyMalaka/dpr.go.id)

Penulis: teddymalaka
Editor: asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved