Harga Lada Turun, Petani Bisa Titip di Resi Gudang

Petani bisa meminjam uang ke bank sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan pagu dari bank

Harga Lada Turun,  Petani Bisa Titip di Resi Gudang
Bangkapos/agus nuryadhyn
Kasi Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Babel Tanaim (kanan) dan Kepala Gudang Kasmir saat mengecek lada yang dititipkan ke gudang 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Agus Nuryadhyn

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejak dibukanya Resi Gudang Oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, masyarakat petani dan pengumpul sudah mulai menitipkan lada di gudang Resi Gudang.

"Alhamdulillah, masyarakat petani sudah mulai berlomba-lomba untuk menitipkan lada di resi gudang," ungkap Kasmir Kepala Gudang, Jumat (31/8} di Jalan Selan Desa Mangkol Kabupaten Bangka Tengah.

Menurut Kasmir masyarakat yang menitipkan ladanya di Resi gudang dapat mendapatkan pinjaman uang.

Apalagi saat ini harga lada turun, maka petani bisa menyimpan ladanya untuk disimpan di gudang.

"Petani bisa meminjam uang ke bank sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan pagu dari bank," ujarnya.
Dimana kata Kasmir harga lada untuk saat ini, Jumat (31/8} sekitar Rp 53.000 perkilogram.

"Petani misalnya menitipkan lada 1 ton di gudang, dan bisa pinjam uang melalui bank yang telah ditunjuk, sekitar 85 persen. Dana ini untuk pembiayaan yang mereka butuhkan," kata Kasmir.

Dijelaskan Kasmir, bahwa resi gudang untuk standarisasi mutu komoditi juga mempermudah akses pembiayaan para petani.

Bahkan juga berusaha agar petani menjadi subjek, pada saat resi gudang ini berkembang bukan buyer yang menentukan harga, dan yang menentukan harga itu adalah petani.

Lebihlanjut Kasmir mengemukakan lada yang dititip di gudang tentunya, harus melalui uji mutu. "Setiap lada yang masuk ke gudang harus melalui uji mutu terlebih dahulu, dan mutunya harus sesuai dengan standar mutu resi gudang," jelasnya.

Ditambahkan Kasmir, bahwa saat ini sudah memiliki gudang pengolahan agar lada bisa bersih dan sesuai dengan parameter standar resi gudang.

Bahkan untuk saat sekarang ini, kata Kasmir, lada yang dititipkan di gudang sekitar 20 ton.

"Memang saat ini ada sekitar 20 ton, namun secara berangsur-angsur masyarakat menitipkan lada di gudang," ungkap Kasmir.

Kepala Seksi Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Bangka Belitung, Tanaim mengemukakan dalam resi gudang, selain menampung dari petani juga membantu dari pengempul. Sehingga sistem resi gudang memberikan ruang yang sama terhadap petani dan pengempul.

"Kita berikan kesempatan yang sama untuk menitipkan lada di gudang," kata Tanaim.Bahkan antusias petani dan pengempul lada di desa, ujar Tanaim berbondong-bondong ke resi gudang untuk mendapatkan pengambilan pembiayaan di bank. Adapun bank Sumsel Syariah, BRI Syariah dan BPRS Syariah Babel.(*)

Penulis: agusrya
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved