Inilah Sejarah Sorakan 'Eeeaaaa' di Pertandingan Bulutangkis

Cabor itu pun menjadi favorit untuk menyumbangkan medali emas bagi Indonesia.

Inilah Sejarah Sorakan 'Eeeaaaa' di Pertandingan Bulutangkis
Super Ball/Feri Setiawan
Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo saat bermain melawan pasangan bulutangkis Taiwan, Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin dalam kejuaraan bulutangkis Indonesia Master 2018 di Istora, Senayan, Jakarta, Jumat (26/1/2018) Dalam pertandingan tersebut Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berhasil kalahkan Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin dengan skor 20-22 21-14 21-14. Super Ball/Feri Setiawan 

Suporter Indonesia memang sudah tak asing melakukan kehebohan dengan teriakan tersebut.

Bahkan kini teriakan itu digunakan saat pertandingan olahraga apapun.

Bagi orang yang tidak terbiasa dengan 'kehebohan' ini mungkin menganggap

bahwa teriakan tersebut sebagai suatu hal yang berisik dan mengganggu.

Padahal, bagi orang Indonesia sorakan tersebut merupakan bentuk dukungan dan penyemangat untuk para atlet.

Jadi, bagaimana awal mulanya teriakan tersebut selalu hadir di setiap pertandingan bulu tangkis Indonesia?

Dikutip dari @indozone.id, rupanya sorakan 'Eeaaa' ini sudah ada sejak tahun 90-an.

Sorakan tersebut bahkan dianggap 'jimat' pengantar kemenangan.

Seorang atlet bulu tangkis tahun 90-an bernama Rexy Mainaki mengakui bahwa sorakan tersebut membuatnya jadi lebih bersemangat.

Buktinya, ia mampu memenangkan piala kejuaraan di Olimpiade pada tahun 1996.

Jadi sebenarnya teriakan 'Eeaaa' ini terjadi secara tak sengaja.

Hingga saat ini sorakan heboh tersebut masih menjadi andalan suporter Indonesia untuk menyemangati para atlet yang sedang bertanding.

Penulis: Putrie Agusti Saleha
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved