Kadinkes Babel Minta Masyarakat Tak Ragu Vaksin MR

Dengan kejadian ini membuktikan pemerintah komitmen, program dipersiapkan tidak secara asal-asalan. Dari 1 tahun yang lalu itu kita sudah bergerak

Kadinkes Babel Minta Masyarakat Tak Ragu Vaksin MR
Bangka Pos / Krisyanidayati
Kepala Dinas Kesehatan Babel, Mulyono Susanto. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto bersyukur keadaan Laras (9) bocah yang muncul ruam paska imunisasi Measles Rubella bukan kejadian ikutan paska imunisasi.

"Saya mengikuti sejak di UGD, kondisi awal emang anak ini sakit dan kita khawatir, dari riwayat yang terjadi kira 10-11 hari muncul gejala memungkinkan kasus ini bisa terjadi KIPI atau coinsident dan ini kami putuskan dirawat di Rumah Sakit," katanya, ditemui di RSUD Depati Hamzah, Jum'at (31/8/2018).

Ia mengatakan pihaknya akan menyampaikan hasil ini ke Kementrian Kesehatan terkait hasil yang telah disimpulkan Komda KIPI Babel, sakitnya laras bukan disebabkan oleh vaksin MR.

"Kami menyampaikan ini ke Kemenkes setelah dilakukan bedah kasus tidak hanya dilihat tapi ini berdasarkan data dan hasil laboratorium, kami mensupport, mengawal hal ini sampai clear dan jelas bersama dinas kesehatan kota," katanya.

Ia menyebutkan adanya kasus ini menujukkan komitmen pemerintah untuk melindungi masyarakat dari berbagai macam wabah penyakit.

"Dengan kejadian ini membuktikan pemerintah komitmen, program dipersiapkan tidak secara asal-asalan. Dari 1 tahun yang lalu itu kita sudah bergerak mulai sosialisasi, pelaksana, dan lintas sektor, termasuk persiapan jika terjadi hal-hal seperti ini," katanya.

Ia menyebutkan, hingga saat ini capaian imunisasi Measles Rubella di Babel hingga saat ini baru 18 persen dari sekitar 370 ribu lebih anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun.

"Vaksin ini sebenarnya dijamin aman, sudah dipakai 1 tahun lalu 2017 di Pulau Jawa 35 juta anak sudah diimunisasi. Di Jawa tidak ada masalah dan dilaksanakan di Indonesia ini artinya aman," katanya.

Meski mengalami beberapa kendala, dirinya optimis target 95 persen untuk vaksin bisa tercapai.

"Saya optimis bisa tercapai, tugas kami melindungi apapun yang terjadi. Kita berhadapan dengan kejadian luar biasa, kalau ini tidak tercapai artinya masyarakat kita tidak memiliki kekebalan komunitas, ini yang kita takutkan kalau tidak memiliki kekebalan komunitas artinya sewaktu-waktu akan jadi kejadian Luar Biasa," tambahnya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help