Erzaldi Bangga Peserta Karnaval Dukung Depati Amir dan HAS Hanandjoeddin Jadi Pahlawan Nasional

Erzaldi menyebutkan ada perbedaan pelaksanaan tahun lalu dengan tahun ini

Erzaldi Bangga Peserta Karnaval Dukung Depati Amir dan HAS Hanandjoeddin Jadi Pahlawan Nasional
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Gubernur Babel Erzaldi Rosman foto bersama dengan para peserta pawai karnaval, Sabtu (1/9/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGAKAPOS.COM -- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas para peserta karnaval dan Parade Drumband Junior yang berpartisipasi dalam karnaval tingkat Provinsi 2018 yang dilaksanakan pada Sabtu (1/9/2018).

Erzaldi menyebutkan ada perbedaan pelaksanaan tahun lalu dengan tahun ini, pihaknya merubah rute karnaval dan meniadakan pawai baris berbaris namun dengan PBB. Hal ini mereka lakukan berdasarkan evaluasi tahun lalu.

"Bedanya rute ini kenapa diubah, karena ini jangan sampai apa yang menjadi rutinitas lalu lintas menjadi terganggu. Karena kan rekayasa lalu lintas enggak gampang, misalnya orang Koba mau ke Sungailiat ini harus ada jalan alternatif ketika jalan digunakan untuk rute pawai," katanya, Sabtu (1/9/2018).

Ia juga berbangga, banyak peserta karnaval yang mengusung tema Asian Games dan dukungan terhadap Depati Amir dan HAS Hanandjoeddin menjadi pahlawan Nasional. Juga beberapa seruan yang mengajak untuk menjaga keutuhan NKRI.

"Banyak peserta yang mengusung tema asean games, mereka mendukung sekali usulan pahlawan kita Depati Amir dan Hanandjoeddin, ini membuktikan mereka juga butuh identitas provinsi kita punya pahlawan. Ada sesuatu yang membuat kita bangga, Alhamdulillah pucuk ulam tiba, tim verifikasi pahlawan Sekarang ada di Babel dan memperivikasi keberadaan Depati Amir," katanya.

Ia juga menyampaikan antusiasme masyarakat yang luar biasa, sehingga kegiatan seperti ini harus tetap rutin dilakukan dan harus ditingkatkan lagi.

"Antusiasme masyarakat masih pagi sudah cukup ramai, antusias luar biasa dan ini kita atur tanggal 1 karena bertepatan dengan penutupan FLS2N, kita berkeinginan peserta extend disini menunggu acara ini dan ternyata memang ada yang menunggu untuk menyaksikan ini agar merasa terhibur mau melihat dan menikmati," ujarnya.

Disinggung soal jumlah peserta yang lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, Erzaldi menyebutkan ada beberapa hal yang menyebabkan ini.

"Peserta lebih menurun saya pikir ini sesuatu menurut kita harus evaluasi, mungkin kabupaten/kota mengadakan hal yang sama. Dengan tim yang sama, waktu singkat mereka capek disamping biayanya," katanya.

Menurutnya kegiatan seperti ini, merupakan hiburan bagi masyarakat sebagai bentuk untuk memupuk rasa cinta tanah air.

"Ini harus tetap kita lestarikan pesta dan hiburan rakyat, tinggal ditingkatkan jangan terus menerus kaku. Ini hiburan kita untuk memeriahkan 17 Agustus untuk menempa jiwa raga untuk cinta NKRI juga mendorong memotivasi untuk berkarya menjaga keutuhan NKRI, apalagi sekarang banyak medsos yang menyebar kebencian," tambahnya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help