Anaknya Dirawat di Singapura, Denada Tampil Memukau Bawakan Lagu India di Acara Asian Games

Denada dan Siddarth Slathia tampil duet dengan lagu India berjudul Koi Mil Gaya dan Kuch Kuch Hota Hai.

Anaknya Dirawat di Singapura, Denada Tampil Memukau Bawakan Lagu India di Acara Asian Games
Instagram
Denada dan Shakira 

Pesta olahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2018 yang belangsung di Jakarta dan Palembang segera usai.

Sejak opening acara olahraga Asia ini dimulai langsung disambut antusias masyarakat Indonesia yang begitu besar.

Tak hanya masyarakat Indonesia, detik demi detik acara Asian Games 2018yang berlangsung di Indonesia disorot oleh masyarakat luar negeri.

Acara pembukaan Asian Games 2018 berhasil membuat takjub semua mata yang menonton secara langsung maupun melalui layar televisi.

Wishnutama, CEO Net TV yang juga sebagai Creative Director Asian Games 2018 menjadi sosok penting yang membuat acara ini begitu memukau.

Pada acara penutupan Asian Games 2018 ini juga tak lepas dari tangan dan ide kreatif Wishnutama.

Melalui instagramnya, Wishnutama mengungkap sebuah rahasia di balik persiapan acara penutupan Asian Games 2018.

Jika pada acara pembukaan ia dan tim membutuhkan waktu 4 bulan untuk membuat panggung yang begitu megah.

Tapi, untuk acara penutupan Asian Games 2018, Wishnutama dan tim hanya membutuhkan waktu 1 hari membangun panggungnya.

"Saat membangun set Opening Ceremony ini butuh waktu hampir 4 bulan...dan sekarang utk Closing Ceremony hanya punya wkatu membangun set dalam 1 hari saja. Bismillah," tulisnya di instagram.

Sebelumnya, Yesung, salah satu personel Super Junior (Suju) yang akan mengisi acara closing Asian Games 2018 sempat membocorkan set panggungnya.

Yesung mengunggah foto panggung closing Asian Games 2018 yang terlihat megah dengan pancaran berbagai macam warna lighting.

Ia membagikan potret panggung acara closing Asian Games 2018 saat melakukan rehearsal.

Sebelumnya Nakita.id sempat memberitakan kalau panggung acara penutupan Asian Games 2018 akan lebih kecil dari acara pembukaan.

Jika panggung acara pembukaan Asian Games 2018 terlihat lebih megah dengan berbagai macam dekorasi.

Panggung acara penutupan tidak banyak menggunakan dekorasi beraneka ragam seperti acara pembukaan.

Melansir dari Youtube, Wishnutama mengatakan acara closing ceremony Asian Games 2018 berkonsep milenial dan bersahabat.

Berbeda dengan acara pembukaan yang berkonsep kolosal dan menonjolkan ciri khas Indonesia sebagai tuan rumah.

"Kalau yang opening kita mengangkat lebih kepada kultur budaya bangsa Indonesia, kalau di closing ini kita merayakan kebersamaan kita sebagai bangsa di Asia. Oleh karena itu ada komponen-komponen bangsa Asia lain, yaitu tentunya Korea, India dan China," kata Wishnutama.

Selain itu, ia juga menjelaskan alasan mempersiapkan set panggungacara closing Asian Games 2018 hanya dalam waktu sehari.

Pasalnya tempat untuk menggelar acara closing juga digunakan oleh cabang olahraga atletik berlaga. 

Editor: Alza Munzi
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved