BPJS Kesehatan Beltim Uji Coba Sistem Layanan Rujukan Online

Pasien puskemas rujukan ke Rumah Sakit (RS) yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan, harus menggunakan sistem rujukan online.

BPJS Kesehatan Beltim Uji Coba Sistem Layanan Rujukan Online
Bangka Pos / Suharli
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Beltim, Timbul Samosir. 

Laporan Wartawan Pos Belitung Suharli

BANGKAPOS.COM, BELITUNG TIMUR - Belum semua peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Beltim mengetahui, Pasien puskemas rujukan ke Rumah Sakit (RS) yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan, harus menggunakan sistem rujukan online.

Mekanisme rujukan online mulai diujicobakan seiring dengan terbitnya Perdirjampelkes Nomor 4 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Sistem Berjenjang Berbasis Kompetensi melalui Integrasi Sistem Informasi (Rujukan Online).

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Beltim Timbul Samosir, ditemui posbelitung di kantornya membenarkan perihal rujukan online.

Setiap pasien yang berobat ke Puskesmas dan mengharuskan perawatan lanjutan di Rumah sakit Umum Daerah (RSUD), maka pihak Puskesmas akan membuat rujukan online.

Timbul menjelaskan dengan adanya rujukan online untuk memudahkan pasien dan pihak rumah sakit, dimana Pihak Rumah Sakit akan langsung mengetahui jumlah pasien BPJS yang dirujuk dari Puskemas

Selain itu Pasien juga tidak perlu membawa berkas rujukan catatan, cukup membawa nomer rujukan online tersebut. rujukan online juga untuk memastikan layanan segera diberikan setelah pasien tiba di RSUD.

"Itu sudah ada Perdir-nya tentang Penyelenggaraan Sistem Berjenjang Berbasis Kompetensi melalui Integrasi Sistem Informasi (Rujukan Online). Saat ini sedang melakukan uji coba, tujuannya untuk mempermudah layanan di rumah sakit," ujar Timbul.

Ujicoba sistem rujukan online sudah mulai dilakukan bulan Juli dan akan berakhir pada September. Selama uji coba, rujukan online akan dievaluasi agar kedepannya berjalan dengan baik.

"Jadi sebelum kerumah sakit yang dirujuk pasien sudah masuk daftar tunggu, jadi pihak rumah sakit sudah mengetahui siapa saja pasien yang menjadi daftar tunggu," ujarnya.

Timbul juga tidak menampik adanya kekurangan dalam pelaksanaan sosialisasi. Dia mencontohkan misalnya gangguan jaringan saat mendaftarkan rujukan online.

Namun selama ujicoba berlangsung, bagi pasien yang tidak bisa membuat rujukan online karena alasan gangguan jaringan dapat disiasati dengan membuat beberapa catatan dalam rujukan manual.

"Tapi jangan sampai rujukan online ini sampai menghambat peserta. Nanti, pasien tetap dapat membawa rujukan manual. Kami juga mengakui sistem rujukan online belum tersosialisasikan dengan baik," ujar Timbul. Beber Timbul.(*)

Penulis: Suharli
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help