Dipanggil Dewan Ini Keluhan 12 Guru PAUD yang Diberhentikan dan Tanggapan Kepala SKB

Pemberhentian 12 Guru Paud Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sungailiat langsung mendapat respon dari anggota DPRD Kabupaten Bangka.

Dipanggil Dewan Ini Keluhan 12 Guru PAUD yang Diberhentikan dan Tanggapan Kepala SKB
Bangka Pos / Nurhayati
Rapat Komisi I DPRD Kabupaten Bangka untuk membahas mengenai 12 guru PAUD SKB Sungailiat yang dipecat sepihak, Senin (3/9/2018) di Ruang Rapat Banmus DPRD Kabupaten Bangka 

" Saat itu saya bilang kenapa tidak bisa memungut, Karena TK Pembina bisa mungut, tapi kepela SKB bilang mau menghadap sekda. kami mau membersihkan kelas juga dilarang," ungkap Susi.

Untuk mendapatkan keterangan leboh jelas, kemudian Susi bersama 11 rekannya datang ke Pihak dinas pendidikan untuk mencari solusi. saat itu pihaknya diminta pihak dinas untuk tetap masuk karena tidak ada SK pemberhentian.

" Senin kita masuk pukul 08.00 WIB, namun jam 09.00 WIB para wali murid dipanggil lisan oleh SKN untuk memberitahukan bahwa kami 12 guru diberhentikan karena tidak lagi ada pungutan, kami digantikan empat orang honor pemda dan lima dari honor pusat," ungkap Susanti.

Diakui Susanti selama kepemimpinan Ivone gaji mereka diturunkan bahkan gaji mereka juga sempat mau dipotong sebesar Rp 250.000 untuk kegiatan PHBN dan THR, namun kahirnya tidak dipotong.

" Gaji kami dipotong setiap bulan untuk bayar minum dan sampah sebesar Rp 25.000. kami selama bekerja merasa dibawah tekanan. kami

Hal senada disampaikan rekannya Ana dan Sri yang juga guru di PAUD SKB Sungailiat.

"Kami selama ini tidak meminta apa pun dari pemerintah pak tapi tega kami diberhentikan sepihak, hati nuraninya dia dimana pak, pri kemanusiannya," ungkap Ana sedih.

"Hancur hati kami ni pak Gaji dipotong. Kalau kerja kayak dihantui di depan orang tua murid dia menjelek-jelekan kami. Gaji tiga bulan dak dibayar dari Juli, Agustus dan September," ungkap Sri

Keluhan soal kepemimpinan Ivonne juga disampaikan Ketua Komite Pendidikan Anak Usia Dini Sanggar Kegiatan Belajar (PAUD) SKB), Retno yang terpilih Juli 2017 lalu. bahkan selama satu tahun SK-nya sebagai ketua Komite tidak dikeluarkan oleh Kepala SKB. Baru Agustus 2018 SK dirinya dikeluarkan oleh pihak SKB.

"Saya malah dianggap mata-mata. Tidak ada SK bagaimana bisa kerja. Alasan kepala SKB ini dewan penyantun atau komite. Saya dibiarkan sampai satu tahun. Ajaran baru bulan Juli 2018 sekolah sudah negeri, Ibu Ivonne bilang bagaimana memberhentikan 12 guru itu. Saya bilang jangan bu, zolim bu. Dia bilang berani tidak komite pungut. Saya bilang kita rapat tapi dia bilang tidak usah, rapat cukup dia sebagai kepala dengan guru-guru," ungkap Retno yang turut hadir.

Halaman
123
Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved