Gas Elpiji Bocor saat Hajatan Pernikahan Berujung Maut, 1 Tewas, 6 Orang Luka Bakar Parah

Elpiji bocor di sebuah pesat pernikahan di Jalan Manukan, Kecamatan Tandes, Surabaya, menelan korban jiwa.

Gas Elpiji Bocor saat Hajatan Pernikahan Berujung Maut, 1 Tewas, 6 Orang Luka Bakar Parah
Surya/Mohammad Romadoni
Polisi Polsek Tandes ketika mendatangi lokasi kebocoran gas elpiji yang menyebabkan pesta pernikahan berujung maut. 

Diduga tempat memasak itu memicu api hingga menyalakan gas elpiji yang menguap melalui udara.

"Dikira sudah selesai tabung gas elpiji direndam di bak air kamar mandi dibawa keluar, di dekat situ kan ada orang memasak akhirnya tersambar," ujar Kanit Reskrim Polsek Tandes AKP Oloan Manullang seperti dikutip dari Surya, Minggu (2/9/2018).

Baca: Sudah Dibujuk tapi Via Vallen Pilih Lakukan Ini daripada Hadiri Closing Ceremony Asian Games 2018

Menurut dia, gas elpiji yang bocor itu terkena badan sejumlah orang di ruangan masak.

Gas elpiji yang begitu mudah terbakar itu seketika menyambar korban yang berada di tempat tersebut.

"Jadi tabungnya bukan meledak, tetapi gas elpiji yang melebur dengan udara sehingga tersulut api menyambar tubuh korban," ungkapnya.

Saat ini, pihak kepolisian berinisiatif untuk mendatangi lokasi kejadian untuk mengetahui secara pasti penyebab bocornya gas elpiji hingga merenggut korban jiwa ini.

"Informasi ada korban yang sudah meninggal, tapi keluarga korban tidak melaporkan kejadian ini ke pihak Kepolisian," ungkapnya.

AKP Oloan Manullang mengatakan belum menerima laporan dari pihak keluarga korban.

Sebab dari awal pihaknya telah meminta keluarga korban untuk dimintai keterangan sesuai kejadian ini.

Namun yang bersangkutan hingga kini belum melaporkan insiden ini ke pihak Kepolisian.

Baca: Krisdayanti, Nindy Ayunda Hingga Tamara Bleszynski Hadiri Pesta Musim Panas di Bali

"Ada korban jiwa lagi tapi kami belum dapat memastikan karena korban tidak melapor kan semuanya masih ada hubungan keluarga," katanya.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help