Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Angkat Bicara Soal Kisruh Gaji Guru PAUD SKB, Ini Solusinya

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Mendra Kurniawan mengatakan sudah dua kali memanggil Kepala SKB Sungailiat Ivonne.

Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Angkat Bicara Soal Kisruh Gaji Guru PAUD SKB, Ini Solusinya
bangkapos/nurhayati
Rapat membahas solusi terkait 12 guru yang dipecat oleh Kepala SKB Sungailiat Ivonne, Senin (3/9/2018) di Ruang Banmus DPRD Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM -- Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Mendra Kurniawan mengatakan sudah dua kali memanggil Kepala SKB Sungailiat Ivonne. Sebelumnya mengenai pemotongan gaji para guru PAUD SKB namun saat itu pihaknya meminta agar dibina oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka.

Dia menilai saat ini sudah terlalu banyak PAUD yang ada di Kecamatan Sungailiat sehingga pembayaran gaji guru menjadi persoalan. Namun diakui Mendra dalam perjalanannya PAUD SKB cukup bagus dan masing-mading PAUD memiliki pangsa pasar tersendiri.

"Berapa banyak sekolah di kompleks pemda dan Parit Padang kita lost control. Ada TK Pertiwi, TK Pembina, TK Prestasi, TK Amalia, TK SKB. Pasarnya ada masing-masing PAUd dalam mencerdaskan anak bangsa," kata politisi dari Partai Gerindra tersebut saat membahas mengenai 12 guru yang dipecat oleh Kepala SKB Sungailiat Ivonne, Senin (3/9/2018) di Ruang Banmus DPRD Kabupaten Bangka.

Mendra menegaskan yang dilarang jika pihak SKB yang memungut biaya pendidikan tetapi untuk komite PAUD dipersilahkan.

"Kalau kepala SKB tidak boleh mungut ini wajib mau tidak mau berjalan karena pendidikan ini sudah berjalan. Untuk itu kembali seperti biasanya pendek ayatnya hari ini selesai," tegas Mendra.

Disisi lain, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Magrizan menyayangkan permasalahan guru PAUD SKB ini sudah viral duluan di media massa maupun medsos. Padahal bisa diselesaikan bersama dan dicarikan solusi terbaiknya.

Untuk itu lanjutnya harapan dan keinginan, 12 guru PAUD SKN agar diaktifkan kembali, dibayar gaji tiga bulan yang tertunggak dan digantikanya Kepala SKB Sungailiat akan tindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka.

"Ada secercah harapan, diaktifkan kembali, kepala SKB dinonaktifkan dan gaji di bayar. Keinginan ibu-ibu bisa dikabulkan. Saya sangat berterima kasih kepada pendidik," ungkap Magrizan.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Ruswanto meminta agar tiga bulan gaji 12 guru PAUD SKB Sungailiat ini bisa segera dibayarkan. Menutup rapat penyelesaian permasalahan 12 guru PAUD SKB tersebut Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bangka mengatakan dalam hal ini anggota dewan sebagai mediator.

"Kami sebagai mediator eksekutornya bapak-bapak ini (Pemkab Bangka--red), yang jelas bukan pada hari ini mencari solusinya tetapi sebelumnya sudah dilakukan oleh pemda tetapi ketika sudah viral baru masuk komisi I," kata Usnen.

Untuk itu politisi dari PDIP ini meminta agar masyarakat tidak perlu takut melapor kepada DPRD karena menjadi tugas mereka sebagai wakil rakyat untuk menyelesaikannya.

"Oleh karena itu sudah ada titik terang. Sudah ada solusi sekda dan diknas, kita berharap tidak dengar lagi permasalahan ini di media. Bu Ivonne jangan memasukan ke hati. Semangat Bu Ivonne dari Tahun 2010 bagus agar SKB ini berjalan baik tetapi di tengah perjalanan banyak keputusan yang kurang sependapat. Dengan ada masukan ini lebih baik. Kami sebagai DPRD menyarankan jangan ada saling dendam," pesan Usnen kepada 12 Guru PAUD SKB Sungailiat dan Kepala SKB Sungailiat Ivonne.

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved