Meksi Irawan Terdakwa Pembunuhan TNI Sertu Hermanto Dituntut 20 Tahun Penjara

Kasus pembunuhan TNI sertu Hermanto, anggota KOREM 046 Garuda Jaya terus bergulir. Saat ini sidang masuk agenda pembacaan tuntutan

Meksi Irawan Terdakwa Pembunuhan TNI Sertu Hermanto Dituntut 20 Tahun Penjara
Bangka Pos / Adinda Rizki Amanda
Meksi Irawan saat hadir dipersidangan 

Laporan wartawan Bangka Pos, Adinda Rizki Amanda

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kasus pembunuhan TNI sertu Hermanto, anggota KOREM 046 Garuda Jaya terus bergulir. Saat ini sidang  masuk agenda pembacaan tuntutan, Senin (3/9/2018).

Meksi Irawan alias Yanto sebagai tersangka pembunuhan dituntut kurungan penjara selama 20 tahun. Tuntutan ini disampaikan langsung oleh jaksa penuntut umum yakni Arga di ruang Cakra pengadilan negeri Pangkalpinang.

Penyerangan TNI Sertu Hermanto tejadi pada tanggal 7 April 2018 pada pukul 20:10 wib. Hal itu bermula saat terdakwa sedang nongkrong bersama temannya di daerah dusun merengkan desa benteng kecamatan Pangkalan baru kabupaten Bangka Tengah hendak mengendarai sepeda motor untuk membeli nasi goreng di desa Benteng.

Namun baru 10 menit berjalan terdakwa hampir menyenggol sepeda motor milik korban TNI Sertu Hermanto. Terdakwa sempat meminta maaf dan memberhentikan sepeda motornya.

Setelah itu terjadilah pertikaian adu mulut antar keduanya, korban sempat memukul pelipis terdakwa dengan menggunakan senjata api rakitan yang mengakibatkan terdakwa terluka.

Merasa tak terima terdakwa langsung mengeluarkan pisau sepanjang 20 cm di pinggangnya yang sebelumnya terdakwa bawa dan menusuk tubuh korban hingga jatuh.

Dalam keadaan telungkup korban sempat memohon kepada terdakwa untuk berhenti menyerang namun tak terdakwa hiraukan dan kembali menusuk leher korban hingga tewas di tempat.

Usai melakukan aksinya terdakwa kabur ke kontrakan kenalannya dan kemudian melarikan diri ke dusun Serdang lll desa Jelutung ll kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan.

"Saudara dituntut oleh penuntut umum karena terbukti bersalah melakukan dengan sengaja melakukan Pembunuhan hingga membuat orang lain meninggal jadi saudara dituntut 20 tahun kurungan penjara"kata ketua hakim Iwan Gunawan dihadapan terdakwa.

Didampingi penasehat hukum Ressa Fersandy, Meksi Irawan akan mengajukan pembelaan disidang selanjutnya pada tanggal 10 September mendatang.

"Sebagai warga negara Indonesia Meksi juga memiliki hak mendapatkan pembelaan, bagaimana pun juga yang menjadi pertimbangan ini terdakwa melakukan pembunuhan tidak sengaja atau tidak berencana"jelasnya kepada bangkapos.com

Sidang dipimpin oleh ketua hakim Iwan Gunawan dan didampingi anggota hakim Hotma Sipahutar dan Wahyudinsyah di ruang Cakra Pengadilan Negeri Pangkalpinang.(*)

Penulis: Adinda Rizki Amanda
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help