Rupiah Tembus 14.800, IHSG Cenderung Melemah Hari Ini

Gerak IHSG bergerak di zona merah. IHSG tertekan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat

Rupiah Tembus 14.800, IHSG Cenderung Melemah Hari Ini
Staff Trainer Kantor Perwakilan BEI Bangka Belitung, Muhammad Fuad Asrofillah. 

Laporan Wartawan Bangkapos, Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM -- Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah. IHSG tertekan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang tembus 14.800 menyebabkan IHSG menjadi 58,47 poin,  Senin (3/9/2018).

Staff Trainer Kantor Perwakilan BEI Bangka Belitung, Muhammad Fuad Asrofillah, mengatakan ada sebanyak 224 saham melemah sehingga menekan IHSG. Sementara itu, 146 saham menguat dan 228  saham lainnya no changes.

"Sedangkan kondisi pasar modal pada hari ini, para investor cenderung menjual dengan total net sales berkisar Rp 306 Miliyar. Kebanyakan saham yang banyak dijual dari perbankan," jelasnya kepada Bangkapos,  Senin (3/9/2018).

Fuad menjabarkan sentimen perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China menjadi faktor utamanya,  serta negosiasi perdagangan antara AS dengan Turki  masih alami kebuntuan. Hal tersebut memberikan sentimen negatif dari eksternal terhadap IHSG.

"Perang dagang antar negara besar tersebut menyebabkan ekonomi global bergejolak dan mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia," ungkapnya.

Ia membeberkan bahwa Turki adalah negara terbesar nomor tiga di Eropa dalam North Atlantic Treaty Organization (NATO),  sehingga Turki negara penyokong untuk Uni Eropa.

Kemudian, Turki masuk dalam lingkaran perang dagang dengan AS dalam suasana yang kurang tepat. Sebab, AS di bawah pemerintahan Trump terlihat seperti free rider (pengendara bebas) yang tidak terlalu berpikir pada risiko jangka panjang. Dengan kalkulasi ekonomi yang sangat pragmatis Trump menegasikan sejarah panjang hubungan AS-Turki yang juga anggota NATO.

Akibat dari perang dagang negara adidaya tersebut berimbas kepada dunia bahkan negara berkembang seperti indonesia. 

Penulis: ryan augusta
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help