Anda Tertipu Belanja Online? Laporkan ke 2 Situs Kemenpan RB dan Kemenkominfo Ini Langsung Ditangani

Sering kali sistem belanja online dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.

Anda Tertipu Belanja Online? Laporkan ke 2 Situs Kemenpan RB dan Kemenkominfo Ini Langsung Ditangani
Kompas.com/Thinkstock/AntonioGuillem
Ilustrasi 

Generasi yang lebih tua ini menggunakan internet untuk berbagai aspek kehidupan mereka.

Hal ini dapat meningkatkan kerentanan terhadap penjahat cyber jika mereka terus beraktivitas online tanpa mengambil tindakan pencegahan.

Mereka menggunakan internet untuk berkomunikasi dengan orang lain, 94% dari kelompok usia ini menggunakan e-mail secara teratur.

Baca: Ternyata Seperti Ini Luka-luka 7 Jenderal Korban Keganasan G30S PKI

Kelompok usia ini lebih dimungkinkan untuk melakukan transaksi keuangan melalui Internet, dengan 90% berbelanja dan beraktivitas perbankan secara online

Meskipun hasil penelitian ini telah dilaporkan, nyatanya hanya setengah dari kelompok usia ini (49%) yang merasa khawatir tentang kerentanan mereka ketika membeli produk secara online dan sebagian besar (86%) tidak percaya mereka adalah target bagi penjahat cyber.

Yang mengkhawatirkan, empat dari sepuluh (40%) menempatkan diri mereka pada posisi yang berisiko dengan berbagi rincian keuangan dalam domain public.

Kurangnya kecerdasan dalam berperilaku di dunia maya membuat kelompok usia ini kurang siap terhadap bahaya di dunia online.

Akibatnya, generasi ini menjadi korban penjahat cyber.

Menurut laporan itu, 20% dari pengguna internet secara keseluruhan memiliki kerabat yang lebih tua yang berhadapan dengan software berbahaya, dan 14% memiliki kerabat di kelompok usia yang sama telah tertipu dengan hadiah palsu yang menarik lewat online.

Selain itu, 13% memiliki kerabat yang telah berbagi terlalu banyak informasi pribadi secara online dan 12% memiliki kerabat  yang telah menjadi korban penipuan online, melihat konten yang tidak pantas, atau berkomunikasi dengan orang asing yang berbahaya secara online.

"Di satu sisi, temuan ini bagus untuk melihat bahwa begitu banyak responden yang berusia lebih dari 55 tahun menggunakan internet untuk berbelanja, beraktivitas perbankan dan tetap terhubung dengan orang yang mereka cintai." kata Andrei Mochola, Head of Consumer Business di Kaspersky Lab

Baca: Menag Tegaskan Keselamatan Ustaz Abdul Somad Harus Dijamin, Hidayat Nur Wahid Minta Lakukan Ini

Laporan ini menunjukkan dengan jelas bahwa generasi ini mendukung kehidupan yang terkoneksi, beserta semua peluang yang datang bersamaan dengan hal tersebut.

Di sisi lain, jelas bahwa kelompok usia ini tidak melindungi diri mereka sendiri dengan benar.

Lebih mengkhawatirkan lagi, mereka bahkan tidak percaya bahwa mereka adalah target kriminal di dunia maya, bahkan mereka menempatkan diri dalam keadaan bahaya berulang kali.

"Di Kaspersky Lab, kami mendorong pengguna internet di kelompok usia ini untuk lebih sadar akan bahaya yang mereka hadapi secara online, dan bertindak lebih cerdas.

Kami juga mendorong pengguna internet di usia muda membantu saudara dan teman-teman mereka yang lebih tua untuk dapat melindungi diri dari ancaman yang sangat nyata yang ditimbulkan oleh penjahat cyber.

Menjadi waspada secara online, serta menginstal solusi keamanan yang handal dan memastikan pengaturan privasi yang tinggi pada semua perangkat yang digunakan untuk mengakses internet, akan menjamin kehidupan yang terkoneksi lebih bahagia dan sehat," pungkasnya Andrei. (Grid.ID)

Editor: fitriadi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved