UBB Catat Sejarah Baru, Gelar Tiga Seminar Internasional Sekaligus

Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk pertama kali dalam sejarahnya menggelar tiga seminar internasional dengan Prosiding Terindeks Scopus.

UBB Catat Sejarah Baru, Gelar Tiga Seminar Internasional Sekaligus
Istimewa
Panitia gabungan UBB-Undip sebagai penyelenggara tiga seminar internasional (ICoMA, ICoVAR, ICoVOSS) di Pulau Bangka (13-15 September 2018), yang dipimpin Rektor UBB Muh Yusuf melakukan koordinasi dengan Gubernur Babel H Erzaldi Rosman Johan. Usai koordinasi mereka berfose bersama di ruang kerja gubernur belum lama ini. 

BANGKAPOS.COM -- Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk pertama kali dalam sejarahnya menggelar tiga seminar internasional dengan Prosiding Terindeks Scopus.

Seminar yang digelar bersama Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, ini akan berlangsung 13-15 September di Hotel Soll Marina, Pangkalanbaru, Bangka Tengah.

Ada tiga seminar internasional digelar maraton dalam rentang tanggal 13 hingga 14 September. Yaitu International Conference on Maritime and Archipelago (ICoMA), International Conference of Vocational Studies on Applied Research (ICoVAR) dan International Conference of Vocational Studies on Social Sciences (ICoVOSS).

Pembicara utama dalam tiga seminar bergengsi itu para pakar dan akademisi dari pelbagai negara. Mereka adalah Prof Drs H Muhammad Nasir PhD (Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi), Dr H Erzaldi Rosman Djohan MM (Gubernur Bangka Belitung), Prof Hideaki Kasai (Akasi National College of Technology, Jepang), Prof Datuk Dr Zainal Kling (Universiti Malaya, Malaysia), Dr Dimitriy Kuvshinov (University of Hull, United Kingdom) dan Mr Andrea Weiss (Natural Resources Switzeland).

Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi dalam rilisnya kepada Bangkapos.com, Selasa (4/9/2018) mengemukakan seminar internasional ini akan membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan maritim dan kepulauan.

Hal itu sejalan dengan kebijakan dan program pemerintah yang saat ini gencar-gencarnya mengembangkan dan menggali potensi maritim dan kepulauan Indonesia.

“Dalam konteks ini, UBB mengambil peran akademisnya untuk memajukan dunia maritim dan kepulauan Indonesia. Sektor ini sangat strategis, terlebih lagi Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia,” ujar Muh Yusuf.

Minat peneliti dan akademisi untuk menjadi peserta seminar internasional ini menurut Rektor UBB sangat tinggi.

Hingga Selasa siang sambungnya sudah tercatat 96 peserta, di antaranya berasal dari Malaysia (12 orang), Universitas Indonesia, Undip, Universitas Brawijaya-Malang, Universitas Negeri Solo, Universitas Airlangga-Surabaya dan Universitas Bina Nusantara, Jakarta.

“Banyaknya peserta seminar internasional ini menandai bahwa tema seminar yang kita usung menarik minat peneliti dan akademisi, baik dari dalam maupun luar negeri. Dalam seminar ini mereka akan mempresentasikan hasil penelitian dan kajiannya,” ujar Muh Yusuf.

Sementara itu Ketua Pelaksana ICoMA Dr Reniati MSi mengemukakan persiapan tiga seminar internasional yang digelar di Pulau Bangka ini sudah mencapai 80 persen. Sisanya, 20 persen lagi, akan terus dikejar hingga tanggal 12 September.

“Untuk memantapkan kesiapan seminar internasional ini, pada tanggal 12 September mendatang kami akan menggelar gladi resik di Soll Marina, Pangkalanbaru. Semua panitia dan bagian pendukung, antara lain mahasiswa, penari, paduan suara hadir!,” tukas Reniati.

Tiga seminar internasional ini akan dibuka secara resmi oleh Menteri Riset dan Teknologi Prof Muhammad Nasir pada Kamis (13/09/2018) pagi.

Sesuai jadwal resmi panitia seminar, setelah pembukaan acara dilanjutkan pemaparan makalah dari pembicara utama, yaitu Prof Muhammad Nasir, Gubernur Babel Dr H Erzaldi Rosman Johan dan Prof Hideaki Kasai.

Pada pukul 13.00 wib, seminar internasional ini akan dilanjutkan dengan sesi paparan makalah dari peserta pada enam ruang seminar yang telah disiapkan panitia. Hal serupa juga dilakukan pada hari kedua seminar internasional, Jumat.

Esoknya, Hari Sabtu (15/09/2018) akan digelar field trip dengan pilihan destinasi wisata di Pulau Bangka, atau Pulau Belitong. Tiap peserta yang ikut tur ini dikenakan biaya.

“Biaya field trip per orang untuk tujuan Bangka sebesar Rp 250 ribu, sedangkan biaya ke Belitung antara satu setengah hingga dua juta, itu tergantung lama kunjungannya,” ujar Reniati.

Peserta tiga seminar internasional ini akan mendapatkan seminar kit, sertifikat dan khusus bagi makalah yang terpilih akan dipublikasikan dalam proseding yang terindeks Scopus. (*)

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved