Ini Pengakuan Penjual Arak Kepada Bupati Belitung, Sahani Saleh

Pemilik atau penjual minuman beralkohol (minol) berjenis arak bertemu dengan Bupati Belitung H Sahani Saleh

Ini Pengakuan Penjual Arak Kepada Bupati Belitung, Sahani Saleh
Bangka Pos / Disa Aryandi
Bupati Belitung H Sahani Saleh, Senin (3/9/2018) melakukan penggerebekan penjualan minuman arak di Jalan Air Ketekok, RT 10/03 Dusun Permai, Desa Air Ketekok, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung 

Laporan wartawan Bangka Pos, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, TANJUNGPANDAN- Pemilik atau penjual minuman beralkohol (minol) berjenis arak di Jalan Air Ketekok RT 10/03 Dusun Permai, Desa Air Ketekok, Kecamatan Tanjungpandan Apen, Rabu (5/9) bertemu dengan Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem).

Adanya pertemuan tersebut, usai orang nomor satu di Belitung itu menggerebek langsung tempat penjualan arak milik Apen.

Perbincangan antar kedua orang itu terbilang cukup lama. Berbagai pertanyaan ditanya oleh Sanem kepada Apen. Mulai lokasi pembuatan minuman arak, hingga bagaimana cara mendapatkan minuman tersebut.

Namun sayangnya hanya sedikit informasi yang didapat oleh Sanem tentang letak pabrik arak yang ada di Belitung.

"Kami hanya di antar saja, karena yang punya (pabrik) arak itu tidak pernah memberitahukan dimana pabrik mereka. Dulu saya dikirim dari Bangka, tapi kata nya mereka sekarang sudah ada pabrik di Kembiri, cuma pastinya saya tidak tau, karena tidak pernah pergi," kata Apen.

Menurut Apen, pekerja atau pemilik pabrik arak tersebut bernama As dan pekerja nya didatangkan dari Bangka.

Namun ia tidak bisa memastikan, dimana letak pabrik tersebut secara pasti lantaran setiap memesan minuman arak langsung di antar.

"Aku dengar-dengar di Kembiri pabriknya dekat tikungan, saya tidak pernah juga kesana (Kembiri). Biasa mereka hanya ngantar saja ke toko, kalau ngantar ke toko malam mereka. Mereka ngantar pakai mobil, kadang kalau sekali pesan tujuh, atau delapan derigen (derigen 20 liter) lah. Kalau habis, kami pesan setelah itu diantar mereka," ujarnya.

Terdapat dua jenis minuman arak yang dijual oleh Apen didalam kemasan botol berukuran 600 mililiter (ML). Ada arak keruh dan ada yang benih, harga yang benih Rp 15.000,- perbotol dan yang keruh Rp 16.000,- perbotol.

"Itu yang masukin ke botol kami lah. Mereka drop arak itu dari Kembiri ke kami baru sekitar dua bulan belakang inilah, selama ini dari Bangka, dan saya tidak pernah bertanya pakai apa mereka kirim arak itu dari Bangka," bebernya.

Sementara, Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) mengatakan, proses terhadap kasus arak milik apen kini sudah diserahkan kepada aparat kepolisian.

Namun untuk penjual arak lainnya, tetap dilakukan inventarisir dan tentunya penjual minuman tersebut bakal dituntaskan.

"Saya akan selesaikan sampai ke pabrik-pabriknya. Kemarin yang dari Bangka itu, kami sudah tau identitas nya , akan saya cari ke Bangka. Dia mungkin tidak berani lagi ke Belitung, tapi tetap harus dituntaskan. Ini bukan hanya satu saja, nanti seluruh penjual, pengedar, pemasok, pembuat tindak tegas semua, habisi semua tidak ada urusan," tegasnya.(*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved