Sekda Babar Sebut Pemahaman Masyarakat Tentang Obat Masih Minim, Ini yang Harus Diperhatikan

Sekretaris Daerah Bangka Barat H. Yunan Helmi menyampaikan, informasi yang diterima masyarakat tentang penggunaan obat sangat minim

Sekda Babar Sebut Pemahaman Masyarakat Tentang Obat Masih Minim, Ini yang Harus Diperhatikan
Ist
Pertemuan pelaksanaan edukasi gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat di Gedung Graha Aparatur Muntok Bangka Barat, 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nordin

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sekretaris Daerah Bangka Barat H. Yunan Helmi menyampaikan, informasi yang diterima masyarakat tentang penggunaan obat sangat minim.

Hal ini juga diperparah dengan ketidakseimbangan informasi antara tenaga kesehatan kepada pasien juga menjadi salah satu faktor penyebab ketidaktahuan dan ketidakpatuhan masyarakat terhadap aturan pakai obat.

"Sebagai contoh, penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menimbulkan kekebalan tubuh terhadap antibiotik. Apoteker sebagai agent of change harus terlibat dalam proses edukasi masyarakat tentang penggunaan obat agar masyarakat dapat mendapatkan informasi yang benar sebelum mengkonsumsi obat tertentu", jelas Yunan dihadapan tamu dan undangan dalam kegiatan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat yang dilaksanakan di Gedung Graha Aparatur Bangka Barat, Rabu (5/9)

Sekda menjelaskan dalam menggunakan obat hendaknya berpegang pada prinsip Lima O, yaitu, obat ini apa efek sampingnya, obat ini bagaimana cara menggunakannya, obat ini berapa dosisnya, obat ini apa khasiatnya, dan obat ini apa kandungannya.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah perwakilan Direktorat Pelayanan Kefarmasian Kementerian Kesehatan RI yang juga merupakan Master Agent of Change Apoteker, Ibu Erie Gusnellyanti, S.Si, Apt. MM, dan Ibu Pipit Nurusy Syamsiah, S.Si, Apt.

Selain itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, drg. Moelyono Susanto, MHSM juga bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi.

Turut hadir dalam acara ini Sekretaris Dinkes Bangka Barat, Perwakilan Kejaksaan Negeri, perwakilan Ketua Tim Penggerak PKK, Perwakilan Ketua DWP, perwakilan Ketua Bhayangkari, Ketua Organisasi Kesehatan, ketua pokja wartawan dan apoteker yang tersebar di Kabupaten Bangka Barat yang merupakan agent of change dalam edukasi penggunaan obat. (*)

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help