Masyarakat Gantung Minta Ketegasan Pemerintah Beltim Terkait Keruhnya Air PDAM

Menurut Marzuki, masalah air keruh sudah terjadi sejak 2016 lalu dan sudah sering ditertibkan.

Masyarakat Gantung Minta Ketegasan Pemerintah Beltim Terkait Keruhnya Air PDAM
Tokoh Masyarakat Gantung Marzuki (baju putih) menunjukan sampel air keruh dari PDAM Gantung. 6/9/2018 posbelitung/suharli 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Suharli

 BANGKAPOS.COM  -- Belasan orang warga Kecamatan Gantung, dari berbagai desa, mendatangi Kantor Bupati Belitung Timur (Beltim) pada Kamis (6/8/2018).

Kedatangan mereka guna meminta ketegasan dari pemerintah daerah terkait Tambang Inkonvensional (TI) yang beroperasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Lenggang, sehingga menyebabkan air PDAM Gantung menjadi keruh.

Kedatangan mereka pun disambut oleh Wakil Bupati Beltim Burhanudin bersama dengan Forkompinda.

Tokoh masyarakat asal Gantung Marzuki Muslim, mengatakan air ini merupakan kebutuhan primer dari masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

"Jangankan untuk minum untuk mandi saja tidak nyaman, masyarakat mengeluhkan gatal-gatal kulitnya, Kami meminta kepada yang punya kuasa supaya air bisa kembali bersih, dan terus emnerus, serta harus dipelihara," ujar Marzuki.

Marzuki juga mengatakan, sudah ada kesepakatan di daerah aliran sungai tidak boleh diganggu. Namun kenyataannya masih ada yang berkatifitas melakukan TI rajuk di DAS tersebut.

"Kami berharap penertiban segera terlaksana dan diberikan efek jera dan sanksi tegas, Ada empat faktor akibat TI rajuk ini Air Baku rusak, Habitat ikan ikan terganggu, segi pariwisata, dan kimia yakni keasaman air naik," kata Marzuki.

Marzuki berpendapat pengelola TI rajuk ini sebagian orang-orang yang punya finansial tebal, kalau masyarakat biasa tidak akan mampu mengeluarkan dana yang besar untuk aktifitas TI rajuk.

"jadi ini kan masyarakat nerima air kotornya orang lain menikmati, nerima duitnya, karena kami menerima air bersih dan kotor sama bayarnya kalau sudah mengalir ke rumah kami. Di Gantung ada 800an rumah yang mengunakan jasa PDAM, kalau serumah saja ada 4 ada 320 orang yang terzolimi, ini bukan cakap ngade-ngade ini fakta kenyataan sebenarnya, air keruh," ujar Marzuki.

Menurut Marzuki, masalah air keruh sudah terjadi sejak 2016 lalu dan sudah sering ditertibkan.

Dalam surat pernyataan tersebut, masyarakat Kecamatan Gantung meminta kepada pemerintah daerah kabupaten Beltim bersama dengan aparat penegak hukum yaitu TNI, Kepolisian dan Kejaksaan untuk segera menindak tegas para penambang TI Rajuk pada aliran sungai Lenggang yang berimbas pada tercemarnya sumber air Baku PDAM Kecamatan Gantung.

Penulis: Suharli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help