Mengintip Aktifitas 2 Ajudan Jokowi dari Jadi Tukang Foto hingga Dengar Curhat Presiden

Kalau saya dipanggil nama, pangkat belum tinggi juga tapi sudah dipanggil nama oleh presiden itu hal yang luar biasa bagi saya

Mengintip Aktifitas 2 Ajudan Jokowi dari Jadi Tukang Foto hingga Dengar Curhat Presiden
ISTIMEWA/Channel Youtube Presiden Joko Widodo
Letnan Satu Teddy Indra Wijaya dan Inspektur Polisi Tingkat Satu (IPTU) Syarif Muhammad Fitriansyah. 

Keduanya juga mengungkapkan hal kecil yang paling berkesan, selama mendampingi Jokowi.

"Kalau saya dipanggil nama, pangkat belum tinggi juga tapi sudah dipanggil nama oleh presiden itu hal yang luar biasa bagi saya," kata Syarif.

"Kalau saya diucapin terima kasih, bayangin terima kasih ya, bagi saya senang banget," kata Teddy.

Dua ajudan ini pun ditanya apa pernah Presiden Jokowi curhat kepada mereka?

Dua ajudan Presiden Joko Widodo, Letnan Satu Teddy Indra Wijaya (kanan) dan Inspektur Polisi Tingkat Satu (IPTU) Syarif Muhammad Fitriansyah (kiri).
Dua ajudan Presiden Joko Widodo, Letnan Satu Teddy Indra Wijaya (kanan) dan Inspektur Polisi Tingkat Satu (IPTU) Syarif Muhammad Fitriansyah (kiri). (ISTIMEWA/Channel Youtube Presiden Joko Widodo)

Sambil saling melihat, keduanya terlihat bingung mau menjawab

"Rahasia mas, namanya curhat masa saya kasih tau," kata Teddy lalu terawa.

Menurutnya sifat yang bisa diteladani dari Presiden Jokowi adalah kerja keras dan sosok yang sangat perhatian dengan keluarga.

"Sebagai presiden RI pemimpin 260 juta penduduk ngga gampang, tapi beliau bisa juga memberikan contoh. sebagai bapak bagi keluarga beliau. ya sebagai family man," kata Syarif.

Mereka pun diminta menyampaikan dua kata yang bisa menggambarkan Presiden Joko Widodo.

"Bapak itu banyak idenya," kata Teddy.

"Iya. Undpredictable," kata Syarif.

Kapolri sebut ajudan presiden orang terpilih

Sebagian anggota Polri mengincar jabatan sebagai ajudan presiden.

Konon katanya, anggota Polri yang sudah pernah menjabat sebagai ajudan presiden akan lebih mudah mendapatkan posisi yang lebih strategis di Polri.

Padahal, menjadi ajudan tidak seperti jabatan Kapolres yang bisa memimpin anak buah dan menjadi 'penguasa' wilayah.

Lalu mengapa jabatan ajudan presiden ini menjadi sangat bergengsi?

"Karena kalau menjadi Kapolres bisa banyak. Yang bisa menjadi Kapolda banyak, direktur reserse banyak, tapi untuk menjadi ajudan adalah orang terpilih," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Menurutnya, menjadi ajudan presiden adalah orang-orang pilihan.

Tidak sembarangan personel Polri yang bisa menjadi ajudan presiden dan harus melalui proses seleksi yang ketat.

"Terpilih dalam bidang semua hal, kesehatan, jasmani, psikologi, kecerdasan, chemistry yang susah," katanya.

Polri selalu merekomendasikan anggota pilihan yang terbaik.

Mayoritas ajudan presiden adalah peraih Adhimakayasa atau yang terbaik dari angkatannya.

Tetapi yang terpenting, seorang ajudan yang akan dipilih oleh pimpinan adalah yang dapat dipercaya.

Simak wawancara Lettu Teddy dan Iptu Syarif berikut ini

(wahyu tribun jakarta)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Mengenal Lebih Dekat dengan 2 Ajudan Jokowi, Jadi Tukang Foto hingga Dengar Curhat Presiden,

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help