Pemerintah Ketatkan Keluar Masuk Uang Asing, Lebih Rp 1 Miliar Bakal Kena Sanksi Begini

Pemerintah Ketatkan Keluar Masuk Uang Asing, Lebih Rp 1 Miliar Bakal Kena Sanksi Begini

Pemerintah Ketatkan Keluar Masuk Uang Asing, Lebih Rp 1 Miliar Bakal Kena Sanksi Begini
Istimewa
Ilustrasi 

"Jadi kami akan mengeluarkan PMK besok pagi yang detailkan sekitar 900 HS code dari barang-barang komoditas impor barang konsumsi,

terutama yang nilai tambah dalam negeri tidak besar tapi menggerus devisa kita," kata dia.

Sementara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta masyarakat untuk membantu pemerintah mengurangi impor. Hal itu penting untuk mengurangi defisit neraca perdagangan.

Salah satu caranya, yakni dengan tidak mengimpor barang-barang mewah. 

"Mungkin jumlahnya tidak besar tetapi perlu untuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa suasana ini, suasana berhemat," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (5/9). 

"Suasana kita tidak perlu impor barang mewah, enggak usah Ferrari, Lamborghini masuk, enggak usah mobil-mobil besar, yang mewah-mewah. Tak usah parfum-parfum mahal atau tas-tas Hermes," sambungnya. 

Pemerintah, tutur Kalla, akan berupaya meningkatkan ekspor sumber daya alam dan coba menurunkan impor yang tidak perlu. 

Di sisi lain, peningkatan lokal konten juga perlu ditingkatkan sehingga industri tak banyak mengimpor barang. 

Selain itu, pemerintah juga meminta agar ekspor dilakukan secara efesien.

Sebab, uang hasil ekspor banyak disimpan di luar negeri. 

Padahal, kalau dana itu disimpan di bank di dalam negeri atau Bank Indonesia, maka dana itu akan menambah ketersediaan dana di dalam negeri. 

"Ya, selama itu disimpan di bank nasional atau di BI enggak apa-apa cadangan kita baik. Itu akan memperkuat rupiah kalau cadangan baik," kata Kalla.(bangkapos.com/kontan)

Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved