Rupiah Terpuruk, BI Gelontorkan Rp 11,9 Triliun, Ini Kata Mantan Menteri Rizal Ramli

Rizal Ramli mengatakan, upaya BI menstabilisasi nilai tukar rupiah kurang efektif karena tidak ada terobosan di sektor riil.

Rupiah Terpuruk, BI Gelontorkan Rp 11,9 Triliun, Ini Kata Mantan Menteri Rizal Ramli
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Tampilan uang NKRI baru di Gedung Bank Indonesia, Senin (19/12/2016). Bank Indonesia meluncurkan uang NKRI baru dengan menampilkan 12 pahlawan nasional, Adapun uang desain baru yang diluncurkan hari ini mencakup tujuh pecahan uang rupiah kertas dan empat pecahan uang rupiah logam. 

BANGKAPOS.COM - Ekonom yang juga mantan Menko Maritim Rizal Ramli menanggapi upaya Bank Indonesia (BI) untuk menstabilkan nilai tukar rupiah

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan melalui akun Twitter-nya, @RamliRizal, yang diunggah Rabu (5/9/2018).

Awalnya, Rizal Ramli mentautkan pemberitaan terkait upaya Bank Indonesia (BI) yang berupaya melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah, yakni dengan intervensi ganda di pasar valuta asing.

Baca: Rupiah Tembus Rp 15.000 per Dolar AS, Ini Komentar Presiden Jokowi

Lantas, Rizal Ramli mengatakan, hanya BI yang proaktif dalam upaya stabilisasi nilai tukar rupiah.

Namun menurutnya, upaya itu kurang efektif karena tidak ada terobosan di sektor riil.

"Hanya BI yg proaktif,, tapi kurang effektif krn tidak terobosan di sektor riel," tulis Rizal Ramli.

 

Baca: Cadangan Devisa Hingga Angka Kemiskinan, Ini Beda Melemahnya Nilai Rupiah 1998 dan 2018

Diberitakan Kompas.com, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, hingga hari Selasa (5/9/2018) BI telah mengeluarkan Rp 11,9 triliun baik di pasar valuta asing maupun membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

"Sejak Kamis, Jumat, Senin, Rabu kita intervensi jumlahnya meningkat. Juga di pasar sekunder koordinasi dengan Kemenkeu (Kementerian Keuangan)," kata dia ketika rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (5/9/2018).

"Pembelian SBN tidak hanya stabilkan pasar SBN tapi juga mendukung stabilitas nilai tukar, agar suhu badan kita turun. Hari Kamis kita beli Rp 3 triliun, Jumat Rp 4,1 triliun, Senin Rp 3 triliun, dan kemarin Rp 1,8 triliun," sambung dia.

Dia menjelaskan, intervensi ganda merupakan salah satu bentuk langkah jangka pendek untuk stabilkan rupiah.

Selain itu, menurut Perry, hal terpenting dalam menjaga stabilitas rupiah adalah dengan menyeimbangkan tingkat depresiasi serta volatilitas nilai tukar tersebut.

Baca: Rupiah Melemah, Ekonom dan Mantan Menteri Sebut Ada yang Tak Beres Pada Perekonomian Indonesia

Sehingga nantinya, jika memang harus terdepresiasi terhadap dollar AS tidak akan terjadi secara tiba-tiba.

"Yang paling penting adalah menjaga tingkat depresiasi agar tidak oversoothing sehingga kalau memang terjadi depresiasi tidak mendadak, tetapi secara gradual," ucap dia.

Dia menyebutkan, Bank Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mengawal ketat rupiah seperti meningkatkan suku bunga acuan, intervensi ganda di pasar valas, serta menawarkan swap dengam biaya yang lebih murah. (TribunWow.com/Rekarinta Vintoko)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul BI Gelontorkan Rp 11,9 Triliun untuk Jaga Rupiah, Rizal Ramli: Proaktif tapi Kurang Efektif

Editor: fitriadi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help