IKA Lemhanas Babel dan Gemabudhi Gelar Misi kemanusiaan Bagi Korban Gempa Lombok

Hal ini tentu menjadi perhatian bagi kita semua bagaimana NTB akan kembali bangkit dan membangun kembali infrastrukturnya yang rusak

IKA Lemhanas Babel dan Gemabudhi Gelar Misi kemanusiaan Bagi Korban Gempa Lombok
ist
Ketua IKA lemhanas Babel Bambang Patijaya berbincang-bincang dengan korban gempa lombok 

BANGKAPOS.COM--Belum genap sebulan dilantik, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Lemhanas Komprov Babel langsung menunjukkan eksitensinya kepada masyarakat.

Dipimpin ketuanya Bambang Patijaya, IKA Lemhanas Komprov Babel langsung terjun dalam misi kemanusian bagi korban Gempa Lombok NTB sejak tanggal 6 September lalu.

"Kegiatan di Lombok ini dilaksanakan secara bersamaan antara DPP Gemabudhi dengan Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Komprov Babel. Dimana kebetulan saya sebagai Ketua dari kedua organisasi ini," ungkap Ketua IKA Lemhanas Babel Bambang Patijaya, Jumat 7/9/2018).

Ketua  IKA Lemhanas Babel Bambang Patijaya menyerahkan secara langsung bantuan bagi korban gempa di Lombok
Ketua IKA Lemhanas Babel Bambang Patijaya menyerahkan secara langsung bantuan bagi korban gempa di Lombok (ist)

Ia menjelaskan, aksi kepedulian di Lombok ini sudah dimulai sejak hari pertama gempa terjadi di Lombok bulan kemarin.

Gemabudhi NTB di back up oleh DPP Gemabudhi langsung membuka posko dan terlibat langsung dalam upaya penyaluran sembako dan trauma healing pada penduduk yang terkena dampak.

"Oleh karena itu pada kesempatan kali ini, saya ingin meninjau langsung situasi di Lombok dengan juga mengajak IKAL Komprov Babel terlibat pada kegiatan peduli dampak gempa Lombok.Teman-teman pengurus IKAL Komprov Babel cukup antusias dalam penggalangan dana yang akan disalurkan," jelasnya.

Begitu tiba di Lombok tanggal 6 September kemarin, Bambang Patijaya bersama pengurus IKA Lemhanas Babel langsung meninjau lapangan.

Dalam perjalanan menuju ke Kabupaten Lombok Utara (KLU) kiri dan kanan jalan terpampang pemandangan yang sungguh memilukan, rumah penduduk dan tempat ibadah banyak yang roboh atau rusak berat.

95% rumah roboh atau rusak berat dan hanya 5% saja yang tidak mengalami kerusakan yang berarti.

"Pada 6 September sore hari itu kami masih sempat menyalurkan sembako dan bubur bayi pada beberapa titik," ungkap Bambang.

Halaman
123
Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help