Bandar Togel Ditangkap Polda Bangka Belitung, Terancam Penjara 10 Tahun

Tin Jatanras Ditreskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung membekuk Tarmizi (50) warga Lontong Pancur Pangkalpinang

Bandar Togel Ditangkap Polda Bangka Belitung, Terancam Penjara 10 Tahun
Istimewa
Tarmizi pengedar togel bersama barang bukti yang Dibekuk Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung Kamis (7/9/2018) sore

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM -- Tin Jatanras Ditreskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung membekuk Tarmizi (50) warga Lontong Pancur Pangkalpinang yang merupakan bandar Toto gelap (togel) Kamis (6/9/2018) sore.

Tarmizi dibekuk dikediamannya dengan barang bukti 2 handphone, buku rekapan pemesanan togel, rekapan togel yang keluar, shio, kopelan kertas pembelian togel, peralatan tulis dan uang Rp 496.000 hasil penjualan togel serta barang bukti lainnya.

"Tersangka kita bekuk setelah mendapatkan informasi dari masyarakat terkait aktifitas nya menjual togel," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Wahyudi Jum'at (7/9/2018).

Kawasan Lontong Pancur dan Pangkalbalam Pangkalpinang sempat sepi dari peredaran togel setelah beberapa waktu lalu tim Jatanras Ditreskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung membekuk bandar besar togel dikawasan tersebut.

Namun belakangan masyarakat kembali resah dengan kembali beredar penjualan togel dan menginformasikan kepada polisi.
Tim Subdit Jatanras dipimpin Ipda Defriansyah diperintahkan oleh AKBP Wahyudi melakukan penyelidikan.

Setelah memastikan bandar penjual togel Tim Jatanras kemudian mengamankan Tarmizi warga Lontong Pancur dikediamannya saat sedang merekap hasil penjualan togel.

Disaksikan oleh ketua RT setempat kemudian melakukan penggeledahan dilokasi tersebut.

Barang bukti yang diamankan memastikan aktifitas penjualan togel oleh Tarmizi seperti 2 unit HP berisi pemesanan togel, rekapan pemesanan dan nomor togel, buku mimpi, uang hasil penjualan togel Rp 496.000 serta barang bukti lainnya.

"Tersangka kita jerat dengan pasal 303 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara," kata AKBP Wahyudi.

Penulis: deddy_marjaya
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved