Malaysia Klaim Pencak Silat Warisan Budayanya, Kemenpora RI akan Bereaksi

Setelah Asian Games 2018 berakhir, sempat beredar kabar Malaysia membuat pengakuan bahwa pencak silat merupakan budaya mereka.

Malaysia Klaim Pencak Silat Warisan Budayanya, Kemenpora RI akan Bereaksi
TRIBUNNEWS/WAHYU FIRMANSYAH
Tim Pencak Silat Indonesia kembali persembahkan medali emas ke-27 untuk Indonesia di Asian Games 2018 di kategori seni beregu putri, Rabu (29/8/2018). 

Asian Games 2018 sudah berlalu dan cabang olahraga pencak silat sedang menjadi objek adu klaim antara Indonesia dengan Malaysia.

Seperti diberitakan BolaSport.com sebelumnya, Malaysia mengaku bahwa pencak silat adalah seni bela diri yang berasal dari kebudayaan mereka.

Mengetahui hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia Puan Maharani memberikan komentarnya.

Puan Maharani menegaskan bahwa pencak silat masih merupakan budaya dari Indonesia. Hal tersebut diungkapkannya di Kemenko PMK, Senin (3/9/2018).

"Namanya Pencak Silat itu harusnya menjadi satu hal yang menjadi suatu budaya olah raga Indonesia," kata Puan Maharani yang dilansir BolaSport.com dari Warta Kota.

Lebih lanjut, Puan Maharani juga sudah mengambil langkah tentang klaim Malaysia terhadap pencak silat.

Puan sudah meminta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara berdialog.

"Saya sudah minta Pak Menpora untuk bisa melakukan dialog ataupun komunikasi terkait hal tersebut," ujar Puan Maharani.

Atraksi pesilat perguruan kera sakti Tanahlaut membikin para pelajar, peserta upacara peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia merasa ngeri, Jumat (17/8/2018).
Atraksi pesilat perguruan kera sakti Tanahlaut membikin para pelajar, peserta upacara peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia merasa ngeri, Jumat (17/8/2018). (banjarmasin post group/ mukhtar wahid)

Puan Maharani pun meminta seluruh Kementerian, Lembaga dan Cagar Budaya untuk lebih memperhatikan cabang olahraga dan kebudayaan milik Indonesia.

Hal tersebut dilakukan supaya kasus serupa tidak terulang lagi.

Halaman
123
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help