Kisah Sam, si Kucing ' Ajaib' yang Berhasil Selamat dari 3 Kapal Perang yang di Bom

Dari 2.200 pelaut di kapal, hanya 115 yang berhasil melarikan diri, termasuk Sam.

Kisah Sam, si Kucing ' Ajaib' yang Berhasil Selamat dari 3 Kapal Perang yang di Bom
War History Online
Sam si Kucing Legendaris 

BANGKAPOS.COM--Sejak zaman kuno, ada cerita tentang kapal di mana kucing menjadi penghuni yang sangat diperlukan.

Tujuan utama kucing adalah untuk membasmi hewan pengerat, karena tikus seringkali mengganggu kru dan sebabkan banyak masalah.

Selama Perang Dunia Kedua, banyak kucing menjadi terkenal karena pelayanan mereka di kapal.

Salah satu kucing kapal yang legendaris adalah Sam atau yang juga dikenal sebagai Oscar.

Kucing dengan corak warna hitam putih ini diketahui adalah anggota armada Jerman dan Inggris yang berhasil selamat dari tenggelamnya tiga kapal yang berbeda.

Karier militer Sam yang tak dapat tenggelam dimulai ketika salah seorang pelaut kapal perang Jerman, Bismarck membawa Sam ke kapal.

Pada tanggal 18 Mei 1941, Bismarck berlayar dari pelabuhan kota Gotenhafen, Polandia.

Tugas Bismarck adalah untuk menahan kapal Inggris.

Pada tanggal 27 Mei 1941, selama pertempuran sengit Bismarck ditenggelamkan oleh skuadron Inggris.

Dari 2.200 pelaut di kapal, hanya 115 yang berhasil melarikan diri, termasuk Sam.

Setelah beberapa jam para pelaut HMS Cossack menemukan Sam mengambang di reruntuhan dan membawanya ke kapal.

Tidak tahu nama asli kucing itu, para pelaut Inggris memberinya nama Oscar.

Selama beberapa bulan berikutnya, Oscar melayani di kapal Cossack saat mengawal beberapa konvoi di Atlantik Utara dan Mediterania.

Pada 24 Oktober 1941, HMS Cossack berangkat dari Gibraltar dalam perjalanan ke Liverpool.

Namun pada hari itu kapal ditenggelamkan oleh torpedo yang diluncurkan kapal selam Jerman U-563.

Akibat kerusakan itu, 159 pelaut tewas, dan awak yang selamat harus beralih ke perusak HMS Legion.

Sekali lagi, kucing itu selamat dan dibawa ke Gibraltar.

Sam lalu dibawa ke kapal induk HMS Ark Royal yang lagi-lagi harus tenggelam di Gibraltar pada 14 November 1942 karena serangan Jerman.

Namun akhirnya awak kapal patroli menyelamatkan Sam dan para pelaut yang tersisa.

Sam pun diselamatkan dalam keadaan marah tapi tidak terluka
Tenggelamnya Ark Royal sekaligus mengakhiri karir Sam.

Dia lalu ditempatkan di kantor Gubernur Jenderal Gibraltar dan tinggal di sana selama beberapa waktu.

Sam kemudian dibawa ke Inggris di mana dia menerima kamar dan makan di rumah bagi para pelaut di Belfast.

Hidup Sam yang telah diwarnai pengalaman seru itu pun akhirnya berakhir pada 1955, saat dia ditemukan mati di pantai.(Muflika Nur Fuaddah)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved