Ustaz Alfian Tanjung Terpidana Hate Speech Dieksekusi di Lapas Porong

Terpidana kasus ujaran kebencian, Ustad Alfian Tanjung, dilakukan eksekusi pidana.

Ustaz Alfian Tanjung Terpidana Hate Speech Dieksekusi di Lapas Porong
KOMPAS.com/Kristian Erdianto
Dosen Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA) Alfian Tanjung menanggapi terkait tuduhannya terhadap Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, di kantor Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/2017). Alfian menyebut Teten sebagai salah satu kader Partai Komunis Indonesia (PKI). 

BANGKAPOS.COM, SURABAYA - Terpidana kasus ujaran kebencian terhadap Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama yang dianggap antek PKI, Ustad Alfian Tanjung, dilakukan eksekusi pidana.

Alfian Tanjung dibawa dari Jakarta dan mulai menjalani hukuman di Lapas Kelas 1 Surabaya di Porong.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Tanjung Perak, Anton Laranono menjelaskan, Alfian harus menjalani hukuman dua tahun, setelah Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi terkait kasus ujaran kebencian terhadap Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu.

"Terdakwa Alfian dieksekusi karena kasasinya ditolak oleh MA. Putusan atas kasasi itu turun pada 7 Juni kemarin," jelasnya kepada Surya, Senin (11/6/2018).

Alfian Tanjung divonis dua tahun dalam kasus melanggar pasal 16 jo pasal 4 huruf b butir 2 UU No 40/2008 tentang Penghapusan Ras dan Etnis.

Baca: Dapat Remisi Khusus, 6 Napi di LP Klas IIB Blitar Langsung Bebas

Sebelum di tingkat kasasi, majelis hakim PN Surabaya memutus bersalah dengan vonis dua tahun penjara terkait kasus ujaran kebencian saat memberikan ceramah di sebuah masjid di Surabaya pada Februari 2017.

Alfian kemudian banding ke Pengadilan Tinggi Surabaya, namun majelis hakim tetap menguatkan vonis PN, yakni dua tahun. Begitu pula ketika kasasi, hakim agung tetap memberi putusan dua tahun penjara potong masa tahanan.

“Alfian di Jakarta karena tersangkut perkara berbeda. Karena salinan putusan MA sudah turun, maka dia kami bawa dan eksekusi ke Sidoarjo,” terangnya.

Anton dan JPU Kejari Perak berangkat ke Jakarta untuk menjemput Alfian Tanjung. Kemudian sekira pukul 05.00 WIB, mereka membawa dosen Universitas Muhammadiyah Prof Hamka ke Bandara Soekarno Hatta dengan dikawal polisi Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

Baca: Waliono, Muadzin Bersuara Merdu di Terminal Bus Jember ini Ternyata Tuna Hasta, Lalu. . .

Sesampai di Bandara Juanda sekira pukul 06.30 WIB, Alfian dibawa ke Polda Jatim untuk dilakukan pemeriksaan badan dan barang bawaan.

“Di Polda Jatim untuk proses administrasinya,” katanya.

Barulah sekira pukul 09.00 WIB, Alfian diberangkatkan ke Lapas Porong untuk dilakukan eksekusi. Proses eksekusi di Lapas Porong berjalan hingga sekira pukul 12.00 WIB.

“Pemilihan tempat di Lapas Porong karena melihat kapasitas untuk narapidana yang masih layak. Kalau Rutan Medaeng itu khusus untuk tahanan dan sifatnya sementara,” pungkasnya. Sda

Editor: zulkodri
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help