Video

Dilaporkan Tilep Dana Kompensasi Kapal Isap Untuk Nelayan, Oknum PNS Bangka Ditetapkan Tersangka

Oknum Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Bangka, Ratno yang juga nyambi sebagai koordinator dana Kompensasi kapal isap ditetapkan sebagai tersangka

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Bangka, Ratno yang juga nyambi sebagai koordinator dana Kompensasi kapal isap (KIP) ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Bangka, Senin (10/9/2018).

Penetapan Ratno sebagai tersangka ini lantaran diduga telah melakukan pengelapan dana kompensasi dari kapal isap untuk nelayan sebesar Rp 1 Miliar.

Kasat Reskrim AKP Rio RP kepada Bangka Pos Groups, Senin (10/9/2018) menjelaskan seputar kasus penggelapan tersebut.

"Jadi untuk Ratno, hari ini sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan kita laksanakan penahanan," kata Kasat.

Dikatakan Rio tersangka dijerat Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman pidana empat tahun penjara.

"Yaitu mengenai masalah dugaan penggelapan dana kompensasi dari kapal isap (IKP) yang seharusnya dibagikan kepada nelayan di Lingkungan Nlayan I Sungailiat dan sekitarnya. Namun dana tersebut tidak dibagikan oleh Ratno, dengan nilai total kurang lebih satu miliar rupiah," katanya.

Padahal uang yang dimaksud sudah diterima oleh Ratno, selaku koordinator pengelola dana kompensasi KIP di wilayah ini.

Tersangka diduga menghabiskan uang kompensasi milik para nelayan, demi kepentingan pribadi. Padahal ratusan nelayan sudah beberapa kali menggelar aksi demo meminta uang tersebut, tapi selalu ditolak oleh tersangka.

"Saat ini yang bersangkutan  koperatif, hanya saja dia masih berbelit-belit soal uangnya digunakan kemana. Makanya kita akan telusuri untuk apa dan kemana uang tersebut," kata Kasat.

Pada kasus ini, polisi sudah memangil dan memeriksa para saksi, kalangan nelayan maupun PT Timah Tbk dan saksi lainnya. Ratno yang awalnya hanya berstatus saksi, kemudian ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi menemukan beberapa alat bukti.

"Tersangka adalah pegawai negeri sipil. Awalnya kita cek apakah sumber dananya itu (yang digelapkan) sumber keuangan negara atau bukan. Hasil penyelidikan, awalnya kita arahkan ke tindak pidana korupsi, namun masih ada unsur yang belum terpenuhi. Namun tidak menutup kemungkinan nanti mengarah ke sana (Tipikor). Yang jelas sampai sore ini dia ditetapkan sebagai tersangka penggelapan," kata kasat.

Sayangnya Ratno ketika ditemui Bangka Pos Groups di sela-sela pemeriksaan petugas di Satreskrim Polres Bangka, Senin (10/9/2018) petang, enggan bicara. Residivis atau pria yang pernah dipenjara dalam statusnya masih sebagai PNS tahun lalu, malah memalingkan wajah saat akan diabadikan menggunakan kamera. "No comment lah," elak Ratno kepada wartawan.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help