Sambut Tahun Baru Islam 1440 H, Andikpas LPKA Deklarasi Hapus Buta Huruf Al Quran

Sebanyak 21 orang anak didik pemasyarakatan (Andikpas) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II A Pangkalpinang

Sambut Tahun Baru Islam 1440 H, Andikpas LPKA Deklarasi Hapus Buta Huruf Al Quran
Bangka Pos / Ira kurniati
Sebanyak 21 orang anak didik pemasyarakatan (Andikpas) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II A Pangkalpinang, mengikuti serangkaian acara menyambut Tahun baru islam 1440 H. Sekaligus mendeklarasikan hapus buta huruf Al-quran dikalangan warga binaan, Senin (10/9/2018). 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ira Kurniati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebanyak 21 orang anak didik pemasyarakatan (Andikpas) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II A Pangkalpinang, mengikuti serangkaian acara menyambut Tahun baru islam 1440 H. Sekaligus mendeklarasikan hapus buta huruf Al-quran dikalangan warga binaan, Senin (10/9/2018).

"Deklarasi Hapus Buta Huruf Al Qur’an merupakan wujud kesadaran akan pentingnya membacaAl-Qur’an. Sebagaimana ayat pertama yang diturunkan Allah SWT kebumi adalah Iqra, yang artinya Bacalah. Maksudnya adalah bagaimana cara kita membacaAl Qur’an dengan baik dan benar. Juga dapat mengkhatamkannya, mengetahui artinya dan dapat mengimplememtasikan serta mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari." ujar kepala seksi pembinaan LPKA, Zarpian kepada bangkapos.com.

Rangkaian acara yang diikui oleh 21 andikpas, yakni dimulai dari salat ashar berjamaah, dilanjutkan dengan deklarasi hapus buta huruf Al-quran, tausiyah dan penyerahan Al-quran kepada perwakilan warga binaan lembaga setempat.

Kegiatan diakhiri sengan doa bersama dan salat magrib berjamaah di blok masing-masing warga binaan.

Zarpian menuturkan kegiatan ini bertujuan mendukung program nawacita, diantaranya agar meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia, melakukan revolusi mental karakter bangsa, memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan para andikpas.

Ia berharap, dengan kegiatan ini seluruh andikpas dapat memaknai dan menjadikan acuan untuk kedepan agar lebih baik. Juga agar kegiatan bersifat religius ini dapat membuka kesadaran dari warga binaan, agar setelah selesai menjalani masa tahanan dapat meniti jalan yang lebih baik.

"Hal ini tentu saja diharapkan dapat memberikan kesadaran kepada seluruh tahanan untuk mengubah pola pikir dan perilaku." tutupnya.(*)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help