Ini Investasi yang Berpotensi Menguntungkan Saat Rupiah Terus Anjlok

Staff Bursa Efek Indonesia KP Bangka Belitung mengatakan pola perekonomian harusnya tetap berjalan normal, begitu pula kegiatan investasi.

Ini Investasi yang Berpotensi Menguntungkan Saat Rupiah Terus Anjlok
istimewa
Staff Bursa Efek Indonesia KP Bangka Belitung, Elita Rafini. 

Laporan Wartawan Bangkapos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM -- Meski kurs rupiah terhadap dolar sedang turun, bukan berarti keadaan ekonomi di Indonesia serta-merta jadi krisis.

Ketahanan mata uang rupiah bahkan masih lebih sehat  dibanding sejumlah negara yang mengalami pelemahan kurs. 

Staff Bursa Efek Indonesia KP Bangka Belitung,  Elita Rafini, mengatakan pola perekonomian harusnya tetap berjalan normal, begitu pula kegiatan investasi. 

"Menanggapi isu tentang melemah rupiah, pasar keuangan domestik masih sangat rentan dengan sentimen negatif hal ini dikarenakan kepemilikan asing pada instrumen keuangan domestik termasuk Surat Berharga Negara pemerintah yg masih cukup besar," bebernya kepada Bangkapos, Senin (10/9/2018).

Ia juga menambahkan,  maka  jika dimintai tindakan atau action dari gelojak tersebut yaitu kita sebagai warga negara mari menjadi investor aktif dan membeli SBN 004 sehingga membantu negara dari sisi pendanaan. 

"Jadi jika kepemilikan aset di kuasai oleh domestik pasti negara kita tidak terlalu mengalami gelojak yg signifikan serta mengurangi jalan keluar negeri dan membeli produk lokal," papar elita di Kantor BEI KP Bangka Belitung.

Selain itu,  berinvestasi emas, reksadana,  dan deposito juga efektif dikala rupiah anjlok seperti sekarang.

Jual beli emas juga menjadi investasi yang cukup populer dan menguntungkan di Indonesia, karena nilainya tak tergerus inflasi.

"Deposito dan reksadana juga masih bisa nguntungin ketika memilih deposito dan reksadana dolar. Deposito dolar sejatinya gak beda sama deposito biasa. Tetapi menyimpan uang dalam mata uang dolar, maka dengan memiliki banyak dolar dan nilai tukar rupiah terus melemah, maka uang otomatis jadi semakin banyak," jelasnya.

Penulis: Yudha Palistian
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved